Reason in Revolt: Revolusi Berpikir dalam Ilmu Pengetahuan Modern

Buku yang dibuat oleh Ted Grant dan Alan Woods berjudul asli Reason in Revolt: Marxism and Modern Science ini mencoba membuktikan bahwa marxisme bukanlah persoalan ekonomi dan politik saja. Di dalam marxisme tersebut tersimpan satu filsafat materialisme-dialektik, satu aliran filsafat yang merupakan metode berpikir dalam memandang perkembangan alam secara keseluruhan. Materialisme dialektik secara sederhana dapat dicirikan dengan...

SPRI Mengecam Rumah Sakit Abdul Muluk Atas Pelayanan Buruk & Tidak Manusiawi Kepada Warga...

PERNYATAAN SIKAP SERIKAT PERJUANGAN RAKYAT INDONESIA (SPRI) MENGECAM RUMAH SAKIT ABDUL MULUK ATAS PELAYANAN BURUK & TIDAK MANUSIAWI KEPADA WARGA MISKIN ! Praktek layanan kesehatan di Provinsi...

Melawan Rejim Populis

Kini kita berhadapan dengan rejim populis. Tentu kita memilih untuk berhadapan dengan rejim populis ketimbang dengan rejim militeristik. Sebagaimana yang aku tulis dalam “Jokowow dan Komidi Putar Gerakan Kiri”, pilihan kita dalam pilpres kemarin adalah Daendels, dengan Politik Tangan Besi, atau van Deventer dengan Politik Etis. Sebagaimana sudah terbukti dalam sejarah, Politik Tangan Besi Daendels memberi jalan bagi pembulatan negeri jajahan Hindia Belanda—karena seluruh elan perlawanan rakyat ditindas habis. Sebaliknya, Politik Etis memberi...

Demokrasi Tidak Untuk Rakyat Miskin

Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah yang baru disahkan telah melahirkan banyak protes dari kalangan kelompok pergerakan maupun pengamat politik. UU tersebut menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah tidak perlu lagi melibatkan rakyat secara langsung, melainkan hanya melibatkan para anggota dewan dan pimpinan partai politik semata. Kondisi ini tentu saja sangat merugikan untuk rakyat yang baru saja mendapatkan hak berpolitiknya. Terlepas sistem pilkada langsung dengan berbagai macam...

Menuntut Logika yang Lebih! Pemilu 2014 dan Respon Taktis Politik Marxis Indonesia

Menuntut logika yang lebih! Begitulah yang diingatkan oleh Lenin ketika berbicara mengenai intervensi politik Marxis. Hal ini memang tidak terelakan. Rumit serta dinamisnya realitas membuat intervensi politik Marxis harus memiliki koherensi logis tertentu agar upaya untuk merealisasikan kemenangan politik rakyat pekerja menjadi dimungkinkan. Disinilah Marxisme yang sepenuhnya logis menjadi sangat penting.

Rakyat Banggai Dalam “Nyanyian” Investasi

Tanah adalah tempat kita hidup dan tempat kita mati, apa yang kita makan, yang kita pakai semuanya bersumber dari tanah, dan setelah mati kita pun dikuburkan di tanah, demikian ungkap seorang petani. Pendeknya, tanah adalah sumber hidup dan akhir dari segalanya buat yang hidup. Tapi kebutuhan akan tanah bukan hanya untuk petani, tanah telah menjadi kebutuhan setiap orang yang hidup.

Buruh, Warga Miskin Kota dan Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Pada Selasa lalu (11/11), sekitar 1200 massa buruh, warga miskin kota dan mahasiswa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI), Forum Mahasiswa IISIP (Formasi), Seniman Jalanan Jakarta (Senja), Partai Rakyat Pekerja (PRP) dan Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), melakukan aksi menolak...
gusuran

Mengecam Penggusuran Sepihak terhadap Pedagang Pasar Karang Anyar!

Sepanjang tahun 2015 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan setidaknya 30 penggusuran paksa di seluruh wilayah Jakarta. Ancaman penggusuran dan pemiskinan itu kini kembali menghantui rakyat miskin di Jakarta. Setelah beberapa minggu kemarin penggusuran terjadi di Kampung Pulo, kini ancaman tersebut menghantui Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Karang Anyar...
peluang partai baru

Kaum Muda Songsong Pemilu 2019

esadaran gerakan rakyat dalam memandang negara mulai menunjukkan lompatan kualitatif. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya pembicaraan soal pentingnya membangun partai gerakan untuk berkontestasi dalam Pemilu, tiga tahun lagi, setelah bertahun-tahun hanya membicarakan persoalan ekonomis saja. Perkembangan ini setidaknya ditandai oleh hadirnya dua kelompok yang secara terang-terangan menyampaikan visi...

Kegalauan Feminisme di Hadapan Neoliberalisme

Akhir-akhir ini, paling tidak, ada dua peristiwa yang bagi saya masih seperti teka-teki. Peristiwa pertama terkait dengan kontroversi acara Miss World di Bali, bulan September kemarin; lalu peristiwa kedua, apalagi kalau bukan kasus pelecehan seksual yang melibatkan penyair Sitok Srengenge. Dalam kedua peristiwa tersebut, terlihat adanya kegalauan dan bahkan perpecahan di kalangan aktivis perempuan dan pemerhati isu-isu gender. Bagaimana feminisme sesungguhnya menanggapi isu-isu...