Partai Rakyat Pekerja

Lawan Aksi Premanisme Terhadap Perjuangan Buruh!

Pada tanggal 29 Oktober 2012, aksi premanisme dilancarkan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Masyarakat Bekasi Bergerak (MBB) terhadap buruh-buruh yang melakukan aksi mogok di kawasan industri Bekasi. Tidak tanggung-tanggung, kelompok MBB, yang datang dengan membawa kayu dan pentungan, melakukan penyerangan terhadap buruh yang mogok dan perusakan terhadap posko-posko aksi pemogokan buruh yang didirikan...
Partai Rakyat Pekerja

Munculnya Kepemimpinan Populis, Apa Artinya Bagi Rakyat Pekerja?

Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dimana tinggal beberapa minggu ke depan, rakyat pekerja di seluruh Indonesia mulai dibanjiri dengan berbagai fenomena politik yang baru. Hal ini mulai terlihat dari banyaknya para aktivis yang hendak memasuki gelanggang politik dengan menjadi calon legislatif hingga bermunculannya nama-nama calon presiden untuk lima tahun mendatang. Pada pelaksanaan Pemilu-Pemilu...
Partai Rakyat Pekerja

Seruan Dukungan Atas Aksi Pemogokan Buruh PT. BDM dan PT. SMI di Kabupaten Morowali

Pada hari Kamis pekan lalu, tepatnya 13 Maret 2014, lebih dari 200 orang buruh PT. Sulawesi Mining Invesment (SMI) dan PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) yang tergabung dalam GBMM (Gerakan Buruh Morowali Menggugat) melakukan aksi mogok kerja dan menduduki lokasi pembangunan pabrik smelter PT. SMI. Aksi mogok ini dilakukan kaum buruh sebagai reaksi atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yg dilakukan perusahaan PT. BDM kepada 272 orang buruhnya.
Partai Rakyat Pekerja

Usut Keterlibatan Aparat Negara yang Membangun FPI sebagai Alat Teror Kebebasan Masyarakat Sipil!

Tanggal 14 Februari yang lalu, beberapa warga yang jengah terhadap aksi kekerasan yang selama ini dipraktikkan oleh FPI (Front Pembela Islam), melakukan aksi damai dengan tema Gerakan Tanpa FPI untuk menuntut pemerintah agar membubarkan organisasi FPI. Aksi ini sendiri ditengarai muncul karena beberapa hari sebelumnya terjadi penolakan dari komunitas masyarakat Dayak...
Partai Rakyat Pekerja

Hentikan Tindakan Brutal Rezim Neoliberal Terhadap Rakyat Pekerja di Indonesia!

Masih segar ingatan kita bagaimana kasus kekerasan yang menyelemuti sengketa lahan di Mesuji, kita pun kemudian dikagetkan dengan kasus penembakan dan tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap rakyat di Bima. Lagi-lagi rakyat harus berhadapan dengan aparat keamanan yang melindungi para pemilik modal. Dengan demikian jelaslah, perlindungan terhadap para pemilik modal tersebut...
Partai Rakyat Pekerja

Penuhi Perlindungan Sosial Bagi Nelayan Indonesia

Tanggal 26 Februari 2015, sekira7.000 nelayan dari Indramayu, Pati, Tegal, Brebes, Probolinggo, Rembang, Batang, Cirebon dan Pandeglang akan menggelar aksi damai di depan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Istana Negara di Jakarta. Ribuan massa nelayan yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu tersebut mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mencabut berbagai kebijakan yang merugikan...
Partai Rakyat Pekerja

Negara Membiarkan Ancaman Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat Warga Negara!

Dalam bulan Februari 2014 ini, masyarakat dikejutkan kembali dengan pembubaran diskusi buku tentang Tan Malaka di Surabaya dan Semarang. Tidak lama kemudian, di Semarang kembali terjadi penggerebekan sebuah rumah mantan tahanan politik Peristiwa 1965, karena dicurigai ada pertemuan yang membahas ideologi terlarang (komunis). Menariknya, khusus untuk kasus-kasus yang terjadi di bulan Februari 2014 saja...
Partai Rakyat Pekerja

Hentikan Kriminalisasi terhadap Gerakan Rakyat!

Tahun 2013 ini, sepertinya tindakan rezim neoliberal untuk menghalalkan segala cara agar perampasan terhadap hak-hak rakyat dapat tetap berjalan masih saja dilakukan. Bahkan baru-baru ini, rezim neoliberal telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2013 tentang Peningkatan Efektifitas Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri. Instruksi Presiden tersebut memungkinkan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat terlibat dalam penanganan konflik-konflik sosial...
Partai Rakyat Pekerja

Tolak Kenaikan Harga BBM, Lawan Kebijakan Neoliberal!

Pada tanggal 18 November 2014, presiden Joko Widodo (Jokowi) secata resmi mengumumkan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000,- untuk jenis Premium dan Solar. Harga Premium naik dari Rp 6.500,- menjadi Rp 8.500,- dan solar dari Rp 5.500,- menjadi Rp 7.500,-. Seperti kenaikan-kenaikan sebelumnya, kenaikan harga BBM oleh pemerintahan Jokowi-JK ini juga dilatarbelakangi soa beban subsidi yang sudah terlalu besar dan dianggap sangat memberatkan.
Partai Rakyat Pekerja

Desak Upaya Pengungkapan Kebenaran Peristiwa 1965!

Upaya untuk menutup-nutupi kebenaran sejarah peristiwa 1965 masih saja dilakukan oleh rezim neoliberal saat ini. Hal ini terlihat ketika pada tanggal 29 Januari 2013, Komisi II DPR mengadakan Rapat Kerja dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepagawaian Negara (BKN), dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). ANRI yang berupaya untuk menjalankan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik...