Genderang
perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM telah
dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di
seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar
dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukan, bahwa tingkat kesejahteraan
rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan harga BBM
sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup di tanggung oleh rakyat Indonesia.
Argumentasi
kuno yang di sampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik maupun Intelektual
Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $
120/barel atau Rp 1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan menyebabkan kenaikan
subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak
mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus di
naikan sesuai dengan harga BBM Internasional.
Yang
tidak pernah mereka katakan adalah kenapa harga BBM Internasional cenderung
naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti harga BBM
Internasional ?
Sebab-sebab Kenaikan Harga
BBM Internasional:
Sebab
yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari negeri-negeri
penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti Irak ataupun
Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara (misalnya Indonesia)
maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara sedang melakukan
nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak Internasional (seperti yang
terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan energi terus meningkat, baik di
negara-negara Imperialis (Amerika sebesar 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar
5,22 juta barel per hari, Rusia sebasar 3,10 juta barel per hari ) maupun di
negara-negara yang sedang meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar
2,53 juta barel per hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari),
sekalipun tidak ada bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak yang ada
di seluruh dunia, tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Penyebab
yang sejati, dan ini yang jarang sekali di beritakan adalah spekulasi minyak di
pasar saham Internasional. Seperti juga halnya dengan saham-saham lainnya, maka
perdangan saham minyak ini sangat rentan dengan spekulasi-spekulasi, inilah
yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan harga BBM Internasional
Sebab-Sebab Kenaikan Harga
BBM Indonesia :
Harga
BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena mayoritas Perusahaan
Minyak dan Gas di Indonesia, di kuasai oleh Modal Asing (Pemilik Industri
Minyak Dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih diutamakan untuk di
jual ke pasar Internasional, dan jikapun harus dijual di Indonesia, maka
harganya sama dengan harga BBM Internasional itu (yang di tentukan oleh mereka
juga).
Yang
di jual ke dalam negeripun, di batasi hanya 15 % dari total produksi, itupun
pemerintah harus membeli dengan harga Internasional selama 60 bulan, padahal
seharusnya itu adalah kewajiban Perusahaan-Perusahaan Asing itu, dan seharusnya
juga bukan hanya 15 %, tetapi lebih banyak, toh itu minyak di ambil dari tanah
kita.
Indonesia
tidak punya Industri yang mengolah minyak mentah ke minyak siap pakai, sehingga
BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita beli dari Negara lain.
Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di kuasai Asing, hanya sebagian
kecil di kuasai PERTAMINA) di bawa ke luar negeri untuk di olah, kemudian kita
beli lagi dengan harga Internasional, itu yang membuat harga BBM kita selalu
mengikuti harga Internasional.
Yang
membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu melalui
perusahaan-perusahaan broker, sehingga lebih mahal lagi ketika di jual ke
rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per barel, dengan
total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga keuntungan broker
adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang untuk eksport keuntungan
broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per hari adalah 490 ribu barel,
sehingga uang yang masuk ke kantong broker adalah 9,3 milyar rupiah per hari
atau 3,3 trilyun per tahun.
Yang lebih Parah lagi,
seluruh biaya Perusahaan-Perusahaan Asing itu untuk mengambil minyak mentah (
mulai dari survey awal hingga produksi berjalan) sepenuhnya (alias 100 %, bahkan sekarang mencapai 120%
karena ada tambahan 20 % bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan
sumur-sumur minyak yang telah diolah sebelumnya ) di biayai oleh Pemerintah
(tentu dengan uang rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang
biasa di sebut cost recovery
Kesimpulan :
Jadi
sekalipun Bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329
Blok/SumberMigas dengan lahan seluas 95
juta hektar (separuh luas daratan Indonesia ) dengan cadangan minyak yang
diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 miliar barel (Setara Arab Saudi
sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini) dengan total produksi
minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel per hari atau 159 juta liter per
hari, tidak bermanfaat bagi Rakyat Indonesia.
Dengan kesanggupan memproduksi BBM
mentah sebesar 1 juta barel perhari, dengan harga saat ini US $ 120 / barel)
maka nilainya mencapai 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun.
Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya,mencapai 82,8 trilun per tahun. Jika semua
Industri Minyak ini di kuasai oleh Negara yang pro rakyat, maka tidak akan
pernah ada Defisit Anggaran Negara karena kenaikan Harga BBM Dunia (Defisit
Anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah keuntungan 397,44 trilyun dari Minyak di
tambah 82,8 trilyun dari Gas)
Belum
lagi Negara tidak perlu mengeluarkan cost
recovery yang sangat besar. Sampai Pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah
sudah mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah.
Keuntungan
untuk rakyat akan bertambah, jika Minyak Mentah di Indonesia, bisa di olah
sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk di olah, dan kemudian di beli
Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk Broker saja (ekspor di tambah import),
terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun
Sekarang
bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 bulan untuk jutaan
orang, yang dalam prakteknya 100 ribu perbulan, atau 3000 perhari. Ganti ongkos
angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja sudah tidak cukup.
Kenapa Bangsa Indonesia Yang
Kaya dan Besar Bisa Terjajah Modal Asing?
Karena
seluruh Kekuatan Politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru, Tentara, Partai
Reformis yang sebenarnya Gadungan, Partai Nasionalis yang juga Gadungan, juga
Partai yang mengatasnamakan Agama , tetapi membiarkan umatnya terjajah)
pengecut di Hadapan Modal Internasional, bahkan dengan suara bulat mendukung
pengesahan segala macam UU atau peraturan yang membiarkan Modal Internasional
menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita (yang terbaru adalah UU Penanaman
Modal dengan segala turunannya) dan mengisap tenaga kerja kita. Jika sekarang
PDIP, PKB, PKS atau Ketua DPR yang GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu
hanya jualan buat menang pemilu 2009 nanti. Demikian juga dengan Tokoh-Tokoh
Elit Politik Lama yang sekarang berada di Pinggiran, yang sibuk berkoar menolak,
sejatinya juga sama saja, tidak ada yang sejati berani melawan Penjajahan Modal
Asing, seperti Castro di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Maorales di Bolivia
ataupun Soekarno di Indonesia.
Karena
Intelektual (Pengamat Ekonomi, Politik dan lain sebagainya, Rektor maupun
Dosen) juga sama pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia di bayar oleh Modal
Internasional melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk mendukung
program-program Penjajahan itu (baik dengan memberikan dana penelitian,
beasiswa, fasilitas dan lain sebagainya)
Pengusaha-pengusaha
dalam negeri, juga bermental sama seperti Elit-Elit Politik itu, bukanya
melawan Dominasi Modal Internasional, malah menjadi agen-agen Modal
Internasional, bahkan yang sekarang gencar mendukung kenaikan harga BBM adalah
Organisasi Pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan APINDO
(Assosiasi Pengusaha Indonesia).
Kekuatan
utama yang sanggup menghadapi Modal Internasional, yakni Klas Buruh dan Rakyat
Miskin belum menunjukan kekuatan sejatinya, berupa Mobilisasi Aksi Nasional dan
Persatuan Organisasi Gerakan.
Jalan Keluar Rakyat Indonesia :
Ambil Alih seluruh Industri Migas di Indonesia,
juga Industri vital lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah
kontrol rakyat.
Hapus Hutang Luar Negeri, dengan kekuatan
penyatuan mobilisasi rakyat
Bangun Kerja sama dengan pemerintah dan rakyat
Venezuela dan Bolivia untuk pembangunan Refinery dan Industri Minyak di
Indonesia
Diversifikasi Energi yang menjamim kelangsungan
lingkungan
Singkirkan Kaum Modal, Elit dan Parpol Penipu
Rakyat, bangun Kekuasan Rakyat Sendiri
Jalan Keluar Jangka Pendek :
Batalkan Rencana Kenaikan Harga BBM dan Turunkan
Harga
Potong Gaji Pejabat dari Pejabat-Pejabat di
Tingkat Nasional, hingga tingkat Kecamatan sebesar 50 %
Potong Gaji Eksekutif di Perusahaan Swasta
sebesar 50 %
Pembatasan Mobil Pribadi dengan cara membatasi
jumlah mobil yang bisa dimiliki, menaikan pajak mobil, menaikan biaya parkir
dan lain sebagainya
Tetapkan Pajak 35 % dari penjualan Eksport dan
Import Minyak
Seruan Persatuan Perlawanan :
Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun,
dengan cara pemogokan pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor
pemerintah, maupun dengan aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan
kenaikan harga BBM
Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi
rakyat, jadikan kampus sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa
rakyat.
Melakukan Aksi Nasional secara serentak, pada
tanggal 21 MEI 2008 dan 1 JUNI 2008, kepung pusat kekuasaan dan duduki. Di
Jakarta : Ayo Bersatu Kepung dan Duduki Istana.
Bangun Persatuan Gerakan Rakyat Melawanan
Penjajahan secara Nasional sebagai embrio Pemerintahan Rakyat.
21 MEI DAN 1 JUNI :
AYO BERSATU, KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA !!
GAGALKAN KENAIKAN
HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT!
AMBIL ALIH INDUSTRI
MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN DIBAWAH KONTROL RAKYAT!
SINGKIRKAN KAUM
MODAL,ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT..SAATNYA RAKYAT BEKUASA!!
JAKARTA, 13 MEI 2008
FRONT
PEMBEBASAN NASIONAL
(ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, Perempuan Mahardika, KPA,
Serikat Pengamen Indonesia, IGJ, LBH Jakarta, JGM, KORBAN, ARM, Praxis, IKOHI)
Sekber: JL Pori Raya No 06 RT 009/RW 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Telp/Fax: 021-4757881, Email:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Views: 249
Komentar (1)
Beri Komentar
Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.