download
HOME arrow Perempuan
Perempuan
Perubahan Iklim dan Gender (Diambil dari Buletin SADAR) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Desmiwati*   
Sunday, 06 July 2008
ibu_anak.jpgDi kehidupan keseharian, perempuan memiliki peran yang lebih besar ketimbang kaum laki-laki, dimana di satu sisi mereka ditempatkan pada posisi domestik, pada sisi yang lain mereka memegang peranan sosial-ekonomi dan memiliki pengaruh terhadap lingkungan dan budaya bahkan politik.

Be first to comment this article | Views: 90

 
Emansipasi, 1 hari dalam 365 hari: Menyambut Hari Kartini Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rina Asih Triadmi*   
Sunday, 13 April 2008

kartini.jpgSampai sedemikian jauh, Kartini disebut-sebut di berbagai peringatan lebih banyak sebagai tokoh mitos, bukan sebagai manusia biasa, yang sudah tentu mengurangi kebesaran manusia Kartini itu sendiri serta menempatkannya dalam dunia dewa-dewa. Tambah kurang pengetahuan orang tentangnya tambah kuat kedudukannya sebagai tokoh mitos. Gambaran orang tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi palsu, karena kebenaran tidak dibutuhkan, orang hanya menikmati candu mitos. Padahal Kartini sebenarnya jauh lebih agung dari pada total jendral mitos-mitos tentangnya

(Pramudya Ananta Toer, “Panggil Aku Kartini Saja”)

 

21 April tepatnya sebagai hari lahir Kartini sejauh yang saya ketahui berdasarkan ingatan sejak saya masih duduk di Taman Kanak-Kanak sampai dengan SMU, biasanya merupakan perhelatan akbar yang dilakukan oleh kebanyakan perempauan. Tidak hanya di kota-kota besar tapi kegiatan ini juga dilakukan sampai pada tingkat kelirahan, desa bahkan sekolah-sekolah. Dulu biasanya saya selalu harus mengenakan kebaya (pakaian daerah lainnya) pada setiap tanggal 21 April kesekolah (saya tidak tahu untuk sekolah lain), dan di sekolah saya kemudian diadakan berbagai perlombaan yang semuanya sangat berbau kewanitaan. Ini sedikit gambaran pengalaman saya sewaktu masih disekolah. Ketika dirumah saya harus ikut membantu ibu saya untuk membuat masakan yang akan dilombakan pada peringatan hari Kartini tingkat Kelurahan, harapannya tentu ingin menjai pemenang. Inilah gambaran pengalaman saya sewaktu di sekolah dulu.

Be first to comment this article | Views: 147

 
Ketika Kaum Buruh Perempuan Bergerak: Sekilas mengenai Revolusi Febuari 1917 di Rusia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ken Budha Kusumandaru*   
Sunday, 13 April 2008

images.jpgProlog

Pada bulan Maret ini, tepatnya pada tanggal 8 Maret, kita sepatutnya mengenangkan kembali sebuah peristiwa besar yang mengguncang seluruh dunia, yang mengubah arah sejarah, yang dampaknya masih terasa sampai sekarang—namun yang juga diupayakan pelupaannya oleh para intelektual pengabdi kelas berkuasa—Revolusi Februari 1917 di Rusia.

Komentar (2) | Views: 205

 
Gerakan Perempuan dalam menghadapi momentum politik elektoral 2009? Cetak E-mail
Ditulis Oleh Desmiwati*   
Friday, 04 April 2008

perempuan_bengong.jpgPengantar

Pendidikan politik memang telah menjadi bagian dari gerakan perempuan itu sendiri, terlebih pada saat ini ketika kesadaran bahwa gerakan perempuan mempunyai potensi  gerakan yang semakin meluas maka gerakan untuk membangun kekuatan politik perempuan sudah tidak bisa ditunda lagi dan diharapkan ini akan menjadi  salah satu alternatif dalam mencari penyelesaian untuk beragam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa , terutama yang berdampak sangat besar terhadap perempuan seperti  kenaikan harga yang membuat perempuan harus lebih bekerja keras, memutar otak untuk tetap melanjutkan hidupnya dan keluarganya.

Komentar (3) | Views: 461

 
Pembebasan Perempuan dalam UU Partai Politik (Disadur dari Buletin SADAR) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Nelly Yarti*   
Tuesday, 18 March 2008
perempuan_politik.jpgKondisi masyarakat Indonesia, menempatkan perempuan sebagai mahluk yang lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini tergambar dalam pandangan kebanyakan masyarakat bahwa karena lemahnya, perempuan tidak dapat keluar rumah dan hanya berkewajiban melayani suaminya. Atau pandangan yang mengatakan bahwa perempuan hanya bertugas untuk mengurusi persoalan-persoalan domestik belaka. Hal ini diperkuat dengan legitimasi “penafsiran” terhadap agama yang banyak mendiskreditkan perempuan.

Be first to comment this article | Views: 185

 
Perempuan-perempuan Tangguh di Istana: Cerita Perjuangan Buruh Perempuan Menuntut Dalam Hak Cetak E-mail
Ditulis Oleh Kembang Fajar*   
Thursday, 13 March 2008
(Disadur dari Buletin SADAR)

buruh_perempuan.jpgMendengar kata “Istana”, maka yang akan terbayang di benak kita adalah satu bangunan megah sebuah simbol kekuasaan. Bukan, bukan itu yang dimaksud “Istana” dalam tulisan ini. Melainkan sebuah nama pabrik PT. Istana Magnoliatama, di kawasan Kapuk Indah Jakarta Utara. Pabrik yang dimiliki oleh sorang pribumi bernama Andreas Sulaiman yang telah melakukan PHK atas 460 orang buruhnya yang sebagaian besar adalah perempuan pada bulan Juli tahun lalu.

Be first to comment this article | Views: 196

 
Peran Perempuan dalam Perjuangan Sejarah Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rizky Hadi*   
Wednesday, 12 March 2008
hari_perempuan_internasional.jpgSejarah hari perempuan internasional sejatinya tidak dapat terlepas dari peran perempuan dalam memperoleh hak-haknya yang selama ini direnggut oleh system kapitalisme, dimana di system kapitalisme tersebut membuat tidak adanya emansipasi, perbedaan hak antara laki-laki dan perempuan, dan membentuk budaya patriarki. Perjuangan ini secara garis besar menuntut kesetaraan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Perjuangan inipun tidak terlepas dari kondisi objektif yang menindas.

Be first to comment this article | Views: 257

 
Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Anggaran (Disadur dari Buletin SADAR) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ria Esterita*   
Wednesday, 12 March 2008
partisipasi_masyarakat.jpgHarapan masyarakat di era paska kediktatoran Suharto berkembang menginginkan pemerintahan yang lebih baik dan peduli kepentingan masyarakat. Salah satu cara mewujudkan pemerintahan yang peduli masyarakat dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Secara legal-formal sepertinya ruang gerak masyarakat di daerah kemudian difasilitasi dengan dikeluarkannya UU No.22/1999 yang mengatur kewenangan daerah mengatur dan mengurus kepentingan berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundangan. Unik sekaligus ironis, setidaknya ada 106 peraturan daerah (perda) yang diskriminatif terhadap perempuan (surya online, diakses 16 January 2008). Tulisan ini mencoba menunjukkan bahwa pada kebijakan otonomi daerah yang baik sekali pun dimensi keadilan gender masih luput diperhatikan sebagai faktor yang vital.

Be first to comment this article | Views: 428

 
Kesetaraan Gender: fakta atau mitos? Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ken Budha Kusumandaru*   
Friday, 21 September 2007
simbol.jpgBaru-baru ini, MetroTV menayangkan satu liputan mengenai kampanye “Jangan Bugil di depan Kamera.” Kampanye ini ditujukan untuk menangkal maraknya video adegan seks amatir yang beredar di internet. Sejak peristiwa yang dikenal sebagai “Bandung Lautan Asmara,” seakan orang berlomba membuat video seks yang makin lama makin spektakuler. Di samping itu, salah satu produk pembalut wanita memakai tagline “Stay Virgin, Stay Healthy” – jaga keperawanan, jaga kesehatan.

Be first to comment this article | Views: 2307

 
Perempuan Dalam Politik Kelas Pekerja Cetak E-mail
Ditulis Oleh Dwita Handayani   
Wednesday, 25 July 2007
buruh_perempuan.jpgPerempuan dalam kehidupan kesehariannya memiliki berbagai pengalaman khusus yang terkadang sulit   dipahami  kalangan di luar mereka. Pengalaman dan persoalan seperti kesehatan reproduksi, kesejahteraan keluarga, pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan sosial dan diskriminasi ditempat kerja.

Be first to comment this article | Views: 672

 
Para Kupu-kupu. Perjuangan Putri-putri Keluarga Mirabal Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ken Budha Kusumandaru   
Monday, 18 June 2007
"Minerva Mirabal-lah orangnya yang telah menanamkan benih pemberontakan ke dalam keluarganya dan (suaminya Manuel) Tavarez Justo... (dia) teracuni oleh pemikiran Kiri radikal, yang, ketika berkembang di saat itu, mengarahkannya pada kematiannya sendiri dan menjerumuskan keluarganya pada tragedi." Jenderal Johnny Abbes Garcia, dalam Trujillo y Yo (Trujillo dan Saya)

Be first to comment this article | Views: 362