download
HOME arrow Lingkungan
Lingkungan
Cabut PP No 2 tahun 2008, demi kehidupan anak cucu kita! (disadur dari Buletin SADAR) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Desmiwati*   
Thursday, 06 March 2008
hutan_tambang.jpgPada tanggal 4 Februari 2008, SBY telah menerbitkan dan menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2008 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku pada Departemen Kehutanan. Entah apa logika yang digunakan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan komodifikasi (proses memungkinkan barang bisa diperjualbelikan) atas hutan, sehingga kita wajar gusar tentang PP ini yang lahir tanpa mempertimbangkan kelangsungan hutan Indonesia. Padahal hutan kita diakui sebagai paru-paru dunia terakhir untuk menjaga kelangsungan kehidupan di bumi. PP ini tidak memikirkan nasib anak cucu kita yang kelak yang akan menerima dampak dan penderitaan lebih besar dari yang telah merasakan hari ini sebagai dampak hancurnya hutan Indonesia dengan datangnya bencana. Silih berganti banjir, longsor, kebakaran hutan, kekacauan iklim dan masih banyak lagi bencana yang menjadi tanda-tanda hancurnya kehidupan di bumi akibat pengrusakan alam demi kepentingan modal.

Be first to comment this article | Views: 386

 
ERTSBERG MENGGUGAT Cetak E-mail
Ditulis Oleh Sapto Raharjanto*   
Tuesday, 11 December 2007
(SEBUAH REFLEKSI SEJARAH PROSES PENAMBANGAN DI DAERAH ERTSBERG PAPUA OLEH  PT FREEPORT GOLD  AND COPPER)
Sistem kapitalisme global yang terjadi saat ini yang cenderung mengikis rasa kemanusiaan dan frame kebangsaan karena yang terpenting dari sistem ini ialah bagaimana sebuah penguasaan negara bahkan bagaimana penguasaan dunia yang tanpa batas oleh sebuah dominasi pasar,…dalam perspektif Marxisme yang mengungkap bahwasannya hal yang melekat terhadap kapitalisme ialah adanya meerwarde/nilai lebih yang hanya dinikmati oleh beberapa kelompok kartel besar layaknya sebuah sistem oligarkhi, proses ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti penjajahan, baik klasik maupun modern.

Be first to comment this article | Views: 258

 
Carbon Trade Suatu Kebohongan Global Cetak E-mail
Ditulis Oleh Desmiawati, disadur dari Buletin SADAR   
Sunday, 09 December 2007
gw.jpgPeningkatan suhu bumi atau lebih sering disebut dengan pemanasan global memang merupakan hal yang nyata, dan terbukti dari sejumlah pengamatan atas meningkatnya suhu udara dan samudra, meluasnya salju dan es yang meleleh, dan naiknya tinggi muka air laut rata-rata.(IPCC WGI 2007).

Be first to comment this article | Views: 453

 
Hunian Sistem Bongkar Pasang Bagi Buruh Industri Cetak E-mail
Ditulis Oleh Prathiwi Widyatmi Putri   
Thursday, 12 July 2007
kamar_mandi_dan_bak_cuci_umum.jpg     
…Aku buruh Indonesia, aku punya cita-cita punya rumah, punya mobil…

Lantunan lagu dengan penggalan syair di atas tak pernah lupa dinyanyikan setiap tanggal 1 Mei, Hari Buruh Internasional. Satu Mei tahun ini barulah berlalu beberapa minggu, rasanya masih relevan bagi kita untuk menilik permasalahan kesejahteraan kaum buruh.

Be first to comment this article | Views: 576

 
Setahun Lumpur Lapindo.Yang Salah Masih Melenggang Cetak E-mail
Ditulis Oleh Wiily Aditya   
Friday, 15 June 2007
lumpur_lapindo.jpgSetahun sudah luapan lumpur panas PT Lapindo Brantas memorak-porandakan Sidoarjo, Jawa Timur. Lumpur itu talah menelan puluhan pabrik, ratusan hektare sawah, dan permukiman penduduk. Demikian juga tambak-tambak bandeng, harus berhenti beroperasi. Jalur transportasi di daerah itu juga terganggu. Nilai kerugian semua itu melampui Rp 7 triliun.

Komentar (2) | Views: 781

 
Merayakan Hari Bumi Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ken Budha Kusumandaru   
Wednesday, 13 June 2007
bumi.jpgAda sebuah anekdot: Satu kali seorang guru bertanya, “Anak-anak, tahukah kalian berapa umur Bumi?” Para murid menjawab, “Tidak tahu, pak.” Si guru menyahut, “Empat milyar tahun, anak-anak.” Seorang anak kemudian mengacungkan tangan, “Memangnya kapan Bumi ulang tahun, pak?”

Be first to comment this article | Views: 351