Visitor hari ini: 291
Visitor kemarin: 463
Visitor total: 108515
Hit hari ini: 523
Hit kemarin: 1337
Hit total: 283617
Data sejak: 2007-07-24
download
HOME
Latar Belakang Cetak E-mail

Memandang situasi sosial yang berkembang belakangan ini, kita akan melihat bahwa ekonomi, politik dan budaya telah dikuasai oleh mereka yang pro dengan kapitalisme. Mulai dari berjalannya pemilu borjuis, lemahnya posisi tawar organisasi-organisasi rakyat terhadap kebijakan pemerintah borjuis, serta penguatan kembali peran militer. Kemudian dalam bidang ekonomi, juga dapat kita relative mulusnya pasar bebas masuk ke Indonesia. Pencabutan subsidi terus terjadi sekalipun dibuat bertahap dan kadang tanpa pemberitahuan pada publik.

Ditengah kondisi objektif semacam ini, hampir tidak ada alternative yang terbuka bagi pertisipasi massa rakyat. Ada beberapa partai yang mewakili buruh tapi kita lihat upaya untuk menjalin sebuah perlawanan terorganisir dan berbasiskan massa terhadap peraturan perundang-undangan yang menindas buruh seperti UU PPHI dan UUTK. Jalan yang mereka tempuh tidaklah sesuai dengan prisnip bahwa pembebasan rakyat pekerja hanya akan tercapai jika merupakan hasil jerih payah rakyat pekerja itu sendiri.

Untuk keperluan itulah kita membutuhkan sebuah formasi baru. Formasi yang anti-kapitalisme, yang menyatukan kekuatan-kekuatan rakyat pekerja yang selama ini terpencar-pencar dan tidak efektif kerjanya.