|
Memandang situasi sosial yang berkembang
belakangan ini, kita akan melihat bahwa ekonomi, politik dan budaya telah
dikuasai oleh mereka yang pro dengan kapitalisme. Mulai dari berjalannya pemilu
borjuis, lemahnya posisi tawar organisasi-organisasi rakyat terhadap kebijakan
pemerintah borjuis, serta penguatan kembali peran militer. Kemudian dalam
bidang ekonomi, juga dapat kita relative mulusnya pasar bebas masuk ke Indonesia. Pencabutan
subsidi terus terjadi sekalipun dibuat bertahap dan kadang tanpa pemberitahuan
pada publik.
Ditengah kondisi objektif semacam ini, hampir tidak
ada alternative yang terbuka bagi pertisipasi massa rakyat. Ada
beberapa partai yang mewakili buruh tapi kita lihat upaya untuk menjalin sebuah
perlawanan terorganisir dan berbasiskan massa
terhadap peraturan perundang-undangan yang menindas buruh seperti UU PPHI dan
UUTK. Jalan yang mereka tempuh tidaklah sesuai dengan prisnip bahwa pembebasan
rakyat pekerja hanya akan tercapai jika merupakan hasil jerih payah rakyat
pekerja itu sendiri.
Untuk keperluan itulah kita membutuhkan sebuah formasi baru. Formasi yang
anti-kapitalisme, yang menyatukan kekuatan-kekuatan rakyat pekerja yang selama
ini terpencar-pencar dan tidak efektif kerjanya.
|