|
|
HOME Internasional Internasional
|
Ditulis Oleh Herdiansyah "Castro" Hamzah
|
|
Sunday, 13 April 2008 |
|
"Sosialisme Tidak Akan Pernah Mati,
Ia Akan Terus Hadir
Dalam Setiap Nafas Kaum Yang Dihinakan,
Dia Adalah Hantu Bagi
Tuan-tuan Serakah, Malikat Bagi Kaum Miskin!!!"
The
End Of Ideology(1), demikian judul buku yang dijadikan alat propaganda kekuatan
kapitalisme Global yang ditulis oleh Francis Fukuyama. Dibalik analisis yang
membenarkan tonggak berdirinya kapitalisme dengan gagah perkasanya itu,
tersimpan black propaganda terselubung yang semakin menyudutkan ideologi
Sosialisme sebagai salah satu alternatif di tengah situasi kegamangan
Kapitalisme yang mengalami gelombang krisis pasang surut. Sungguh suatu
hegemonisasi yang ingkar dari fakta dan kenyataan. Atas dasar dan fakta apa
Fukuyama membenarkan bahwa pertarungan ideology-ideology dunia telah berakhir
dengan kemunculan KAPITALISME sebagai pemenang yang tak terkalahkan?
Komentar (3) | Views: 420 |
|
|
Ditulis Oleh Diana Aziza**
|
|
Monday, 24 March 2008 |
Pada sore tanggal 15 Maret yang lalu, PRP hadir
dalam rapat terbuka yang membahas tentang kondisi Revolusi Amerika Latin di
pusat kota London, setelah paginya dilangsungkan demonstrasi Anti Perang yang
diikuti oleh puluhan ribu massa.
Komentar (3) | Views: 300 |
|
|
Ditulis Oleh Diana Aziza*
|
|
Wednesday, 12 March 2008 |
|
“…adalah bodoh dan naif mengharapkan sikap netral dari
pengusaha dalam menentukan apakah upah buruh akan dinaikkan dengan mengurangi laba perusahaan”
(Lenin 1913)
I. Pendahuluan
Sebuah strategi baru di dalam
gerakan buruh Inggris yakni Unionisme
Baru, lebih dari sepuluh tahun belakangan ini gencar dikampanyekan oleh
Kongres Serikat Buruh (TUC). Strategi
ini bertujuan untuk memenangkan kembali massa buruh, setelah dipukul mundur
secara keras oleh Pemerintah Thatcher selama belasan tahun, dengan cara
meletakkan program rekrutmen dan pengorganisiran sebagai prioritas utama, dan
penggarapan ke sektor-sektor dan lapisan
buruh yang sulit disentuh oleh serikat seperti
buruh perempuan, buruh kulit hitam, buruh paruh waktu, buruh kontrak, dan buruh
usia muda.[1]
Be first to comment this article | Views: 282 |
|
|
Ditulis Oleh Agus Pratiwi*
|
|
Wednesday, 12 March 2008 |
Kita harus mengambil keuntungan dari
demokrasi borjuis...
Tapi jangan satu menitpun kita
melupakan
karakter borjuis di dalamnya,
faktor sejarahnya, dan segala keterbatasannya
(V.I. Lenin-“Democracy” and Dictatorship)
Pendahuluan
Setelah melalui beberapa proses formal reformasi
konstitusi di parlemen, hasil referendum pada tanggal 2 Desember 2007 silam
menentukan bahwa pasal-pasal yang diajukan Presiden Hugo Chavez dalam reformasi
konstitusi Venezuela batal diberlakukan.
Be first to comment this article | Views: 270 |
|
|
Ditulis Oleh Jesus S Anam*
|
|
Sunday, 03 February 2008 |
|
“Proletariat tidak dapat menggulingkan borjuasi tanpa
terlebih dulu merebut kekuasaan politik.”
Lenin, Negara dan Revolusi
 Lukisan besar Revolusi Bolivarian saat ini
sedang terpampang di koridor utama sebuah galeri revolusi. Lukisan itu telah
memberi ketegasan makna di tengah garis yang kusut dan muram dari sejarah. Ini
hasil pertapaan panjang kaum proletar dalam mencari kemurnian—mencari gambaran
yang lebih menggembirakan tentang kehidupan manusia.
Komentar (1) | Views: 199 |
|
|
Ditulis Oleh Saiful Haq*
|
|
Saturday, 02 February 2008 |
 Januari 2008, bisa dikatakan merupakaan kegembiraan
tersendiri bagi Die Linke (The Left Party). Partai baru yang mengejutkan publik
Jerman karena pada kesempatan pertamanya bertarung di pemilu federal Jerman
tahun 2005, langsung menyabet 54 dari 614 kursi di Bundestag (parlemen
Jerman). Sekali lagi Januari 2008,
mereka kembali mengejutkan publik Jerman, kesempatan perdana bertarung di
wilayah barat, yakni negara bagian Hessen dan Niedersachsen (Lower
Saxony), die Linke kembali membuktikan mampu melewati ambang batas
minimum suara 5% sebagai tiket ke parlemen.
Be first to comment this article | Views: 200 |
|
|
Ditulis Oleh James Petras
|
|
Monday, 21 January 2008 |
(Diterjemahkan dari buku The Power of Israel in the US)

Perdebatan dan kritik di
Konggres AS dan media mengenai bukti-bukti buatan Pemerintahan Bush atas
kepemilikan Irak terhadap senjata pemusnah massal dan berbagai kesalahan
tindakan lainnya (berbohong kepada Konggres, pengadilan militer di Guantanamo,
penyiksaan di Abu Ghraib, CIA rendition [1], mematai-matai rakyat Amerika dan
korupsi secara umum) pada akhirnya telah mencapai titik usaha Konggres untuk mengambil
tindakan impeachment [2].
Penyelidikan dan pengakuan awal dari pejabat-pejabat tinggi sipil dan militer
AS di Pentagon dan Departemen Dalam Negeri, yang menunjukan perbedaan mendalam
dan pembagian antara mereka sendiri dengan “orang-orang politis yang ditunjuk”,
sekarang telah ditambah oleh pernyataan publik melawan pemerintahan Bush dari
jenderal-jenderal yang telah pensiun, yang mengklaim merefleksikan pandangan
anggota militer aktif dan menyerukan pengunduran Donald Rumsfeld. [3]
Pengakuan dan bukti pengungkapan profesional sangat penting untuk memahami
struktur kekuasaan riil dalam Pemerintahan Bush, karena adalah dalam masa
krisis dan perpecahan dalam klas yang berkuasa kita, publik, dapat melihat
siapa yang memerintah dan untuk siapa. Perdebatan terus menerus, kritik dan perpecahan
di Washington hari ini menyediakan penglihatan tersebut.
Be first to comment this article | Views: 338 |
|
|
Ditulis Oleh Chava*
|
|
Tuesday, 15 January 2008 |
Ketika Pakistan kehilangan Bhenazir Bhutto
akibat bom bunuh diri, maka perhatian dunia kemudian terfokus kepada Negara kecil
ini. Dalam beberapa cuplikan berita yang sering kita lihat di media massa,
menunjukkan bahwa pertarungan politik di Pakistan menjadi semakin memanas
karena ada isu bahwa pemerintah Pakistan yang dipimpin Pervez Musharraf lah
yang men”setting” pembunuhan terhadap Bhenazir Bhutto.
Be first to comment this article | Views: 197 |
|
|
Ditulis Oleh Ted Sprague
|
|
Wednesday, 02 January 2008 |
Pembunuhan pemimpin Partai Rakyat Pakistan (Pakistan People’s Party/PPP), Benazir Bhutto, telah menggoncang sendi-sendi sosial dan politik di Pakistan. Habis sudah batas kesabaran Rakyat Pakistan. Sekarang, seluruh pelosok negara sedang dilanda oleh gelombang-gelombang demo dan kerusuhan. Pemerintahan diktatur Musharaf tidak mampu menghentikan kemarahan rakyat, dan harus menggunakan tentara dan polisi untuk menembaki rakyat mereka sendiri. Sampai hari ini, 38 orang telah mati terbunuh semenjak ledakan kerusuhan yang terjadi setelah pembunuhan Benazir.
Be first to comment this article | Views: 188 |
|
|
Ditulis Oleh Alan Woods, disadur dari In Defence of Marxism
|
|
Tuesday, 18 December 2007 |
|
Sekitar jam 1 pagi (3 Desember 2007), setelah menunggu lama,
Komisi Elektoral Nasional Venezuela mengumumkan hasil referendum perubahan
konstitusi. Proposal untuk merubah konstitusi Venezuela ditolak dengan hasil yang
sangat tipis, 4.504.354 suara menolak (50.70%) dan 4.379.392 (49.29%)
mendukung. Setelah pengumuman hasil tersebut, presiden Chavez segera tampil di
televisi untuk menerima hasil referendum tersebut. Dia mengatakan bahwa
proposal perubahan konstitusi untuk “saat ini” belum diterima, tetapi dia akan
tetap melanjutkan perjuangannya untuk membangun sosialisme.
Komentar (1) | Views: 196 |
|
|
Ditulis Oleh Ted Sprague
|
|
Tuesday, 11 December 2007 |
Sekali lagi, proses revolusi Bolivarian di Venezuela memasuki satu tahapan yang penting. Pada tanggal 2 Desember, rakyat Venezuela akan berbondong-bondong memberikan suara mereka untuk menentukan diterima atau tidaknya paket perubahan konstitusi Venezuela. Isi paket perubahan konstitusi ini boleh dikatakan merupakan perubahan paling progresif sepanjang sejarah Amerika dan sudah melampaui tahap reformisme.
Be first to comment this article | Views: 261 |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 15 dari 17 |
|