download
HOME arrow HAM
HAM
10 Tahun setelah Tragedi Mei: Komunitas di Klender kembali menjadi korban* Cetak E-mail
Ditulis Oleh Nurita Siagian**   
Thursday, 05 June 2008
kebakaran.jpgKebakaran terjadi pada Sabtu, 17 Mei 2008 pukul 12.00 WIB di Klender, Jakarta. Peristiwa itu mau tak mau memicu kembali kenangan akan peristiwa (tragedi kerusuhan) Mei 98 di tempat yang sama. Bila dulu anggota keluarga mereka hilang bersama api yang membakar pusat pertokoan Jogja-Klender, kini sedikitnya 150 rumah mereka habis dilalap si “jago merah.” Dalam tempo sehari saja, 150 kepala keluarga telah kehilangan tempat tinggalnya karena menjadi korban kebakaran hebat tersebut.

Be first to comment this article | Views: 107

 
Impian anak-anak korban pelanggaran HAM... Cetak E-mail
Ditulis Oleh Elsa Rizky*   
Monday, 24 March 2008
kartun_anak.jpgIndonesia telah berganti pemimpin sebanyak 7 kali. Tapi masih saja ada kemiskinan dimana-mana, masih banyak anak-anak penerus bangsa yang putus sekolah dan menjadi pemulung. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, anak-anak tersebut bekerja dari pagi hingga malam hari. Kehidupan anak pemulung tersebut sangat keras, mereka tidak takut, hujan, angin, dan tidur mereka dimana-mana. Bahkan terkadang mereka terpisah dari orang tuanya sehingga tidak mendapatkan kasih sayang orang tua seperti anak-anak yang lainnya. Di pikiran mereka tidak ada gambaran untuk masa depan yang cerah, yang ada di benak pikiran mereka adalah uang untuk membeli sesuap nasi yang harus dicari saat ini.

Komentar (2) | Views: 1118

 
Kejamnya Rezim Soeharto (6) Disadur dari vhrmedia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Mugiyanto*   
Wednesday, 06 February 2008

mugi.jpgDisiksa di Tempat Rahasia

PADA hari Rabu 13 Maret 1998 sekitar pukul 19.00 dari toko buku Gramedia Matraman saya menghubungi rumah kontrakan --saat itu saya tinggal serumah bersama Nezar Patria, Aan Rusdianto, dan Bimo Petrus di Rusun Klender Blok 37 Nomor 7 lantai II, Jakarta Timur-- melalui telepon dan diterima Nezar Patria. Setelah tahu bahwa ia ada di rumah, saya bilang pada Nezar untuk menunggu di rumah, karena saya membawa makan malam dan kebetulan ia belum makan. Saya bilang pada Nezar bahwa dalam satu jam saya akan sampai di rumah.

Komentar (4) | Views: 281

 
Kejamnya Rezim Soeharto (5) Disadur dari vhrmedia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Eddy J Sutopo   
Wednesday, 06 February 2008

djasmono.jpgDijatah 200 Gram Beras

RASANYA bumi tempat berpijak berputar saat saya digelandang serombongan tentara seusai pulang mengajar di sebuah sekolah dasar di Tuban. Siang itu saya diciduk oleh rombongan tentara dan dibawa ke kantor Corp Polisi Milter (CPM). Setiba di kantor CPM saya diinterogasi ala militer soal keterlibatan saya menjadi anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Berkali-kali saya katakana pada mereka, "Saya tidak terlibat menjadi anggota PKI." Mereka tidak percaya.

Be first to comment this article | Views: 118

 
Kejamnya Rezim Soeharto (4) Disadur dari vhrmedia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Margiyono*   
Wednesday, 06 February 2008

sri_sulistyowati.jpgDiinjak, Kemaluanku Berdarah 


WAKTU itu aku adalah wartawan Harian Ekonomi Nusa Bakti. Aku juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan aktif di Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pimpinan Ali-Surachman. Orang menyebutnya PNI-Asu, singkatan dari Ali-Surachman.

Be first to comment this article | Views: 148

 
Kejamnya Rezim Soeharto (3) Disadur dari vhrmedia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Margiyono*   
Wednesday, 06 February 2008

umar.jpgDisetrum Hingga Pingsan

PADA tahun 1965 aku baru berumur 36 tahun. Aku bekerja sebagai pegawai Dinas Lalu Lintas Darat di Lampung. Di sana aku aktif sebagai pengurus Serikat Pekerja Karyawan Dinas Lalu Lintas Darat. Pada tahun 1966 aku berangkat ke Jakarta karena ada tugas kantor. Aku langsung pulang ke rumah keluargaku di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Rasa lelah selama perjalanan seakan hilang setelah bertemu istri dan anakku. Beberapa menit kemudian seorang petugas desa menemuiku. "Bapak dipanggil oleh Ketua RK (Rukun Kampung)," kata petugas desa tersebut.

Be first to comment this article | Views: 120

 
Kejamnya Rezim Soeharto (2) Disadur dari vhrmedia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Margiyono*   
Wednesday, 06 February 2008

nurhidayat.jpgAku Disiksa di Kremlin

SETELAH peristiwa berdarah di Desa Cihedeng, Talangsari, Lampung, 5 Februari 1989, para anggota Front Komando Mujahidin Fisabillah ditangkapi. Salah satu yang tertangkap adalah aku, Nurhidayat, pemimpin komando tersebut.

Komentar (1) | Views: 208

 
Kejamnya Rezim Soeharto (1) Disadur dairi vhrmedia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Margiyono*   
Tuesday, 05 February 2008
irta.jpgAKU DISIKSA DI MARKAS PM

SAAT itu malam 12 September 1984, aku masih duduk di bangku kelas III sekolah menengah atas. Aku mengikuti tablig akbar di sebuah lapangan dekat rumahku, di Jalan Sindang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Banyak orang hadir dalam acara itu. Ratusan orang mendengarkan ceramah Amir Biki, tokoh Islam garis keras di daerah itu. Selain Amir Biki, pembicara lainnya adalah ustad Ratono, purnawirawan Angkatan Laut.

Be first to comment this article | Views: 132

 
Penghormatan bagi Diktator: Upaya Pelupaan Sejarah (disadur dari buletin SADAR) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Wanma Yetty*   
Wednesday, 30 January 2008
jenderal_soeharto.jpg Mantan presiden Soeharto telah meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008 di RSPP. Setelah dirawat selama 24 hari, ia akhirnya menyerah dan meninggalkan beberapa kenangan dan ingatan, baik bagi para pengikutnya dan penentangnya. Prosesi pemakaman pun segera dilaksanakan oleh Negara keesokan harinya. Dengan khidmat dan megah, jenazah Soeharto dimakamkan di Astana Giri Bangun, Karang Anyar. Lagu gugur bunga pun berkumandang di Astana Giri Bangun, mengiringi prosesi pemakaman Soeharto.

Be first to comment this article | Views: 215

 
Dibunuh Karena Miskin Cetak E-mail
Ditulis Oleh Heru Suprapto*   
Monday, 14 January 2008
(Menampik Lupa Melawan Arogansi Kekuasaan untuk Setahun Kematian Irfan Maulana)

anjal.jpgDelapan Januari 2007. Kematian tragis dialami seorang anak yang coba mendapatkan uang di jalan di hari itu. Tidak seperti anak-anak yang tercukupi kebutuhan ekonominya, menadahkan tangannya kepada orang tua mereka untuk mendapatkan uang. Anak ini, alm. Irfan Maulana (14), berada di jalan untuk menjual jasa sebagai “joki three in one” kepada pengendara yang melintas jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia mencari uang untuk biaya menonton tim bola kesayangannya, Jak Mania, Persija.

Be first to comment this article | Views: 186

 
Siapa yang ingin memaafkan Soeharto? (Disadur dari Buletin SADAR) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Eka Pangulimara H*   
Thursday, 10 January 2008
Kabarnya bekas orang nomor satu di republik ini dilarikan kembali ke rumah sakit? Begitulah pemberitaan sejumlah media, santer membicarakan nasib pentolan keluarga Cendana yang pernah mempertahankan kekuasaan sampai 32 tahun lamanya.

Be first to comment this article | Views: 176

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 15 dari 19