Visitor hari ini: 291
Visitor kemarin: 463
Visitor total: 108515
Hit hari ini: 530
Hit kemarin: 1337
Hit total: 283624
Data sejak: 2007-07-24
download
HOME
Garis Massa Cetak E-mail

Berada di “garis massa” berarti selalu berada di tengah massa, menyerap aspirasinya, mendorong partisipasinya, melatih tiap individu di dalamnya untuk dapat memimpin kelasnya sendiri. Garis massa mengakui bahwa massa rakyat pekerja berada di bawah tekanan ideologi borjuis – bahkan mereka yang telah maju kesadarannya pun tidak dapat sepunuhnya luput dari tekanan ideologi borjuis ini. Inilah akibat dari apa yang disebut hegemoni kapitalisme. Untuk dapat memperoleh secercah kemandirian dari hegemoni kapitalisme ini, massa rakyat pekerja membutuhkan “suntikan kesadaran” dari para aktivis. Namun sebaliknya, hanya dalam gerak yang dinamis bersama massa para aktivis akan dapat mempertahankan kesadaran maju yang telah diperolehnya.

Oleh karena itu, Garis Massa melarang dengan keras sektarianisme, di mana para segelintir aktivis menganggap dirinya lebih pandai dari massa, dan membuat massa sebagai kerbau dicocok hidung. Di sisi lain, Garis Massa juga menolak voluntarisme, di mana massa dianggap sebagai penentu kebenaran sejati dan para aktivis menolak untuk mendahului atau memimpin kehendak massa. Garis Massa mengamanatkan kesalingterhubungan yang timbal-balik antara para kader organisasi, di mana kedua pihak saling membelajari, saling mendorong dan mendukung, saling mengritik dan memperbaharui diri. Kader-kader organisasi harus mendorong dan melatih agar massa melahirkan kader-kader baru, sebaliknya massa memberikan kekuatan dan menjaga komitmen para kader.