|
Ditulis Oleh Ign Mahendra K* Disadur dari Buletin SADAR
|
|
Tuesday, 30 October 2007 |
"Gentlemen, get the thing straight once and for all. The policeman isn't there to create disorder, the policeman is there to preserve disorder."
(Richard Daley, 1902 – 1976, Politisi AS. Dikatakan saat kerusuhan anti-Perang Vietnam)
Be first to comment this article | Views: 263 |
|
|
Ditulis Oleh Ign Mahendra K
|
|
Wednesday, 19 September 2007 |
|

Gerakan Mahasiswa (ataupun dalam masa
tertentu menjadi bagian dari gerakan pemuda) Indonesia memiliki peran besar
dalam proses perubahan di negeri ini. Statment ini adalah benar namun sama
sekali tidak menyatakan bahwa peran dalam proses tersebut selalu benar. Tulisan
ini tidak bermaksud membahas panjang lebar mengenai sejarah gerakan mahasiswa,
namun melihat secara khusus serangan besar terakhir gerakan mahasiswa pada
tahun 1998. Mempelajarinya, mengaitkan dengan pengalaman sejarah lainnya untuk
mencari format organisasi massa mahasiswa
Be first to comment this article | Views: 562 |
|
|
Ditulis Oleh Donald Banjarnahor* Disadur dari Buletin SADAR
|
|
Wednesday, 19 September 2007 |
Babak demi babak gerakan mahasiswa telah mengisi beberapa sejarah gerakan beserta konflik politik Indonesia. Sebagian dari gerakan tersebut seperti generasi 66 dan generasi 98 mampu menciptakan perubahan sampai pada perubahan penguasa (ruler), sebagian lainnya memang tidak mampu mencapai taraf tersebut tetapi layak disebut sebagai generasi gerakan karena mampu meningkatkan eskalasi konflik dengan penguasa dengan mobilisasi massa sehingga harus direpresif dengan keras oleh penguasa.
Be first to comment this article | Views: 804 |
|
|
Ditulis Oleh Serikat Mahasiswa Indonesia
|
|
Tuesday, 04 September 2007 |
|
Berawal dari seringnya aktifitas perjuangan massa mahasiswa di kampus Tri sakti yang dilakukan oleh SMI Komisariat Tri Sakti dalam bentuk kerja-kerja propaganda ternyata mendapat reaksi keras dari pihak birokrasi kampus.
Komentar (1) | Views: 452 |
|
|
Ditulis Oleh Sapto Raharjanto*
|
|
Tuesday, 24 July 2007 |
Beberapa hari ini di berbagai media massa, baik nasional
maupun lokal, kerapkali ditemui berita mengenai aksi simpatik dalam rangka
memperingati Hari Anak Nasional (HAN), ada sebuah hal yang menarik dari
berbagai rangkaian aksi tersebut, terutama mengenai tema yang diusung, kampanye
untuk mematikan televisi selama satu hari pada tanggal 23 Juli 2007 yang
bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, munculnya gagasan ini adalah
semata-mata dilatar belakangi oleh banyaknya tayangan televisi yang dinilai
tidak mendidik terhadap anak-anak yang merupakan calon-calon penerus bangsa
yang akan menggantikan generasi tua untuk meneruskan tongkat estafet
kepemimpinan bangsa.
Komentar (1) | Views: 522 |
|
|
Ditulis Oleh Wiily Aditya
|
|
Friday, 15 June 2007 |
Membandingkan Kuba dengan Indonesia tentu terdapat banyak
perbedaan, baik itu yang fundamental (pokok) maupun yang komplementer. Kuba
yang sosialistik (karena di bawah kekuasaan Partai Komunis) tentunya berbeda
dari Indonesia
yang baru saja melewati satu fase pemerintahan otoriter dan pro-pasar. Karenanya
sistem pendidikan kedua negara ini juga berbeda secara fundamental.
Komentar (1) | Views: 1326 |
|
|
Ditulis Oleh Toni Triyanto
|
|
Monday, 11 June 2007 |
|
Dalam
setiap fase pergolakan politik di tanah air ini sebenarnya tidak lepas dari
peran kaum pemuda dan Mahasiswa, sepanjang sejarah pada setiap levelnya gerakan
pemuda dan Mahasiswa selalu ambil bagian yang cukup penting, terlepas dalam
prosesnya ternyata banyak evaluasi yang cukup mendalam.
Komentar (1) | Views: 605 |
|
|
Ditulis Oleh Toni Triyanto
|
|
Sunday, 03 June 2007 |
|
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 2 Mei 2007 ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk menggalang konsolidasi seluruh gerakan demokratik dalam mendorong kampanye tentang perjuangan pendidikan nasional di Indonesia.
Be first to comment this article | Views: 1243 |
|
|
Ditulis Oleh Ari Yurino
|
|
Sunday, 03 June 2007 |
|
Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan atau BHP segera diajukan ke DPR. Naskah tersebut kini berada di Sekretariat Negara dan proses pengajuannya ke DPR tinggal menunggu amanat dari Presiden. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, Mansyur Ramly (KOMPAS, 03/10/06), menegaskan substansi RUU tersebut, antara lain, melepaskan perguruan tinggi dari intervensi pemerintah. Kelak, tidak ada lagi perbedaan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Semuanya dikelola dalam sebuah model privatisasi. Be first to comment this article | Views: 696 |
|
|