|
Ditulis Oleh Alfa Gumilang*
|
|
Friday, 08 February 2008 |
|
“Sebuah Kontroversi, Antara Seni, Perlawanan dan Vandalisme”
“Berasal dari bahasa Yunani “Graphein” (menuliskan),
yang bisa diartikan sebagai sebuah coretan gambar atau kata-kata pada dinding
atau permukaan ditempat-tempat umum, atau tempat pribadi”
Dinding dan graffiti
Diding memang menjadi satu media utama bagi para
seniman graffiti. Permukaan yang luas dan datar menjadi salah satu alasanya.
Aktifitas menulis di dinding sudah menjadi satu budaya sejak jaman primitive.
Digunakan sebagai sarana komunikasi, bahkan juga digunakan untuk menggambarkan
mistisme dan spiritual manusia pada massa
itu. Tentu saja berbeda alasanya, kenapa pada masa primitive, dinding digunakan
sebagai medianya. Kain atau kulit tentunya lebih penting digunakan sebagai
pelindung tubuh, daripada untuk dicorat-coret. Materi yang digunakan untuk
mencorat-coret pun juga sangat sederhana. Arang, kapur atau batu adalah salah
satu bahan materi, dengan objek yang umumnya menggambarkan binatang atau gambar
tentang perburuan.
Komentar (7) | Views: 793 |
|
|
Ditulis Oleh Joko Sumantri* disadur dari Buliten SADAR
|
|
Tuesday, 11 September 2007 |
|
Tak dapat dipungkiri jika masyarakat kita berada dalam situasi perubahan, dalam aras apapun, yang tanpa arah dan kendali. Bangsa dalam keadaan centang perenang, entah di politik, ekonomi, termasuk masalah budaya. Politik menghadapi ketidakjelasan pencapaian demokratisasi yang sesungguhnya (serba semu), ekonomi direcoki oleh korupsi dan permainan modal kapital yang amat deras, dan kebudayaan terpelanting oleh kecenderungan kebudayaan populer yang gila-gilaan.
Be first to comment this article | Views: 391 |
|
|
Ditulis Oleh Alfa Gumilang
|
|
Wednesday, 29 August 2007 |
Batik dimasa lampau
Majapahit ternyata tak hanya meninggalkan sebuah sejarah tentang peradaban manusia, khususnya di Indonesia. Majapahit juga telah memperkenalkan dan menjadikan batik sebagai sala satu kesenian mereka, dan terus berkembang pada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Hingga mejadikan batik sebagai bagian dari satu catatan sejarah bangsa. Kesenian batik adalah sebuah kesenian gambar diatas kain yang mejadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja zaman dahulu.
Komentar (2) | Views: 1711 |
|
|
Ditulis Oleh Ken Budha Kusumandaru
|
|
Monday, 30 July 2007 |
|
Akhir-akhir ini
aku banyak menemui kawan-kawan buruh di basis yang ikut dalam Multi Level
Marketing. Aku tertarik dengan fenomena (gejala) ini. Pertama, karena dampak
ideologisnya yang luar biasa besar (kalau tidak diberi pengarahan dengan
sadar); kedua, karena aku dulu juga pernah ikut AMWAY. Yah, sebetulnya dulu
sekali, tahun 1993-94 begitu. Jadi, mau curhat ini … (he3x).
Komentar (4) | Views: 426 |
|
|
Ditulis Oleh Ken Budha Kusumandaru
|
|
Wednesday, 13 June 2007 |
Kita semua memanfaatkan jasa internet. Kita punya
account email. Kalau tidak punya, masa bisa membaca email ini? Prosedur untuk
masuk ke account kita amat mudah, tinggal mengetik nama login dan password.
Tapi tahukah anda bahwa membobol password email amat mudahnya? Waktu aku masih
di PDS-O, email kami pernah di-hack orang, jadi gak bisa dibuka. Tapi, dengan
bantuan seorang teman, password itu bisa kembali.
Be first to comment this article | Views: 490 |
|
|
Ditulis Oleh Riky Akira
|
|
Wednesday, 13 June 2007 |
|
Banyak orang mengatakan bahwa informasi merupakan
sebuah kebutuhan mendesak pada jaman supercanggih saat ini. Dimana sebagian
besar perkembangan teknologi merupakan hasil dialektikanya dengan usaha
mendapatkan informasi secara lebih luas dan intensif. Bagi siapa saja yang
tidak melakukan up date terhadap perkembangan dunia diluar sana akan mendapatkan julukan kurang
pergaulan, norak, tidak peka, bukan mahluk sosial dan lain-lain.
Be first to comment this article | Views: 372 |
|
|
Ditulis Oleh Sapto Raharjanto
|
|
Monday, 11 June 2007 |
|
Seribu
pahlawan bisa lahir dan mati dalam satu hari di negeri ini. Tetapi tak seorang
pun ada yang peduli di tanah air kita ini….Dulu dalam kegelapan, seekor
kunang-kunang pun bisa menjadi bintang. Sekarang bintang-bintang yang lahir
malah dipadamkan.(Pramoedya
Ananta Toer)
Be first to comment this article | Views: 344 |
| |
|
|