|
“Bentuk
Konkret Kekuasaan
Buruh adalah Dewan-Dewan Pabrik”
Wawancara Diana
Aziza -PRP Divisi Internasional – London dengan Jorge Martin
Berikut adalah
wawancara PRP dengan Jorge Martin—Sekretaris Internasional “Hands Off Venezuela
(HOV), organisasi kampanye
internasional untuk Revolusi Venezuela, pada Jumat tanggal 11 Maret yang lalu.
Beberapa materi kampanye yang telah mereka buat, dan dikenal oleh kawan-kawan
di Indonesia
antara lain adalah adalah film “Revolution Will Not be Televised” dan “No
Volveran”. Selain
di HOV,
Jorge juga adalah anggota pusat
International Marxist Tendency (IMT), sebuah partai Marxist internasional yang
terlibat secara langsung dengan revolusi.
|
Seputar Kelas
Buruh Venezuela dan
Serikat
|
|
Tanya
(PRP):
|
Bagaimana
gerakan buruh di Venezuela
dibangun? Bagaimana karakter kelas
pekerjanya? Sektor mana yang menjadi tiang utama dari gerakan?
|
|
Jawab:
|
Selama
bertahun-bertahun terdapat serikat buruh di Venezuela, namun serikat-serikat
buruh tersebut sudah sangat birokratis, dan memiliki hubungan dengan sistem
dua partai. Pada kenyataannya, serikat tersebut berkolaborasi dengan kelas
kapitalis dalam membasmi, bahkan membunuh buruh-buruh yang mengorganisir
aksi-aksi buruh yang militan.
Bahkan pada tahun 2002, ketika ada lock-out
dari perusahaan minyak dan kudeta terhadap Chaves, para pengurus dan pemimpin
serikat buruh dari serikat-serikat birokratis tersebut mendukung kudeta dan
kapitalis.
Terdapat
kekecewaan di kalangan massa
buruh yang militant sehingga mereka memulai usaha untuk membentuk sebuah
serikat buruh baru. Dan hampir seluruh serikat buruh dari tingkat pabrik hingga
wilayah meninggalkan kepemimpinan serikat yang lama dan mereka memulai usaha
untuk membentuk sebuah konfederasi yang baru bernama Serikat Buruh Nasional (National Worker’s Union) yang berdiri
kalau saya tidak salah bulan Agustus 2005. Ini adalah sebuah kemajuan yang
sangat besar dan menghimpun semua sektor industri. Ini adalah situasi secara
umumnya
Mengenai kelas pekerja Venezuela, terdapat sekitar tiga
sektor yang paling terpenting. Pertama
adalah industri minyak sekitar 15 ribu buruh, mereka ini sangat terorganisir
dan tenaga kerja yang sangat terampil dan memainkan peranan kunci pada tahun
2002. Yang kedua adalah
buruh-buruh dari industri dasar, seperti industri baja, alumunium yang juga
merupakan sektor-sektor industri yang penting. Yang ketiga, industri-industri swasta yang relative sangat kecil
dengan pengecualian industri mobil, perakitan mobil. Sebelumnya ada industri
tekstil yang besar tapi ini sudah hancur total beberapa tahun yang lalu. Juga
ada buruh yang bekerja di sektor publik, pemerintahan dan sebagainya
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana kondisi kelas pekerja di Venezuela secara umum? Bagaimana kehidupan
mereka?
|
|
Jawab:
|
Ada berbagai macam tipe buruh. Ada buruh yang tidak memiliki status kontrak kerja yang jelas,
ada yang tidak memiliki serikat buruh dengan kondisi hidup yang sangat buruk,
juga ada buruh yang hidup dengan kondisi yang baik, misalnya buruh
perminyakan, mereka menerima gaji yang cukup besar dan tunjangan-tunjangan
seperti perumahan, jaminan kesehatan. Jadi terdapat macam-macam lapisan buruh.
Sekitar 50 persen dari buruh Venezuela
tidak memiliki pekerjaan yang tetap, sehingga mereka harus pindah dari satu
pe\kerjaan ke pekerjaan lain, dan ini merupakan bagian yang paling
tereksploitasi
|
|
Seputar
Gerakan Pendudukan Pabrik, Kontrol
Buruh dan Dewan Pabrik
|
|
Tanya
(PRP):
|
Bila kita melihat dari sejarah gerakan Pendudukan Pabrik
seperti di Rusia, Afrika, Brazil
dll, gerakan tersebut biasanya terjadi secara spontan. Bagaimana dengan
pengalaman di Venezuela, apakah ini juga gerakan spontan atau terorganisir? Jika
spontan, perlukah kita mempropagandakan pendudukan pabrik dan Dewan Buruh
kepada massa
buruh sekarang?
|
|
Jawab:
|
Secara umum
gerakan pendudukan pabrik dan dewan-dewan pabrik terjadi secara spontan,
biasanya bukan sebuah hasil dari rencana, tapi terjadi karena buruh
berhadapan dengan situasi yang khusus misalnya penutupan pabrik, atau adanya
serangan yang serius yang dilakukan pengusaha terhadap buruh, sehingga buruh
melakukan pendudukan terhadap pabrik, dari sana buruh mulai bergerak sendiri
mengambil kontrol terhadap pabrik-pabrik (workers’
control), misalnya yang pernah terjadi di Rusia sekitar 1919, di Jerman,
di Spanyol di 1930an dstnya.
Ini sama
kasusnya dengan di Venezuela,
gerakan workers’ control berawal
pada tahun 2002. Pada saat itu para bos, atau kapitalis mengorganisir lock-out (penutupan pabrik-pabrik)
sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Chaves. Para buruh kemudian
menduduki pabrik dibeberapa sektor yang sangat penting seperti buruh di
industri perminyakan, dan pabrik-pabrik lainnya untuk mempertahankan kerja
mereka, mempertahankan revolusi, dan mempertahankan keberlangsungan kerja
ditempat kerja secara normal, untuk melawan kapitalis yang mensabotase
ekonomi. Misalnya
di INVEPAL, yakni sebuah pabrik
kertas, yang nantinya dinasionalisasi, perjuangan dimulai karena pemilik
pabrik ingin melakukan sabotase terhadap ekonomi
Namun di Venezuela,
ini adalah kombinasi, antara gerakan spontan buruh dan intervensi kesadaran dari
Revolutionary Marxist Current (Cabang IMT di Venezuela) dan FRETECO (front
revolutioner utnuk gerakan pendudukan pabrik).
Sebagai
contoh, perjuangan buruh di Sanitarious Maracay (yang anda lihat di film No
Volveran) telah melewati berbagai tahapan. Pada awalnya partai kami melakukan
intervensi kesadaran terhadap pabrik ini, dengan mengajak buruh membentuk Dewan
Pabrik tapi buruh tidak setuju. Baru belakangan yakni sekitar November 2006,
ketika suatu hari bos mereka datang kepada buruh dan mengatakan bahwa pabrik
ini ditutup, maka para buruh bergerak menduduki pabrik. Baru kemudian para
buruh berpikir, ternyata apa yang dikatakan dulu oleh kami ternyata tepat.
Sehingga kemudian mereka memulainya membangun Dewan Pabrik dengan saran-saran
dari kami, tapi juga hasil dari pengalaman langsung mereka sebelumnya.
|
|
Tanya
(PRP):
|
Jadi, meskipun buruh-buruh akan bergerak secara
spontan, namun kita harus tetap memperkenalkan dan mempropagandakan
pendudukan buruh,workers’ control dan dewan buruh sejak awal?
|
|
Jawab:
|
Ya. Gerakan
spontan terjadi karena adanya kondisi yang khusus. Namun kita harus mendorong
buruh sejak awal untuk mengikuti arah itu. Dengan adanya intervensi dari
partai Marxist, maka proses ini akan menjadi lebih mudah. Contohnya di Sanitarious
Maracay,
pimpinan dan Penasehat
Politik dari serikat buruh pada
awalnya menolak propaganda Dewan Pabrik (dari kami) tapi lewat pengalaman
langsung akhirnya mereka mengakui ide tersebut. Hanya ketika pengalaman
langsung para buruh bertemu dengan propaganda Marxist maka buruh akan
menjalankannya dalam praktek
|
|
Tanya
(PRP):
|
Di Indonesia juga terdapat banyak
kasus dimana pabrik di tutup dan ditinggal oleh pengusaha. Buruh sendiri juga
memiliki keinginan untuk menduduki dan mengambil alih pabrik tersebut, namun gerakan
Pendudukan Pabrik tidak terjadi. Jadi, apakah yang menjadi syarat-syarat gerakan
Pendudukan
Pabrik dapat terjadi?
|
|
Jawab:
|
Itu tergantung.
Maksud saya di Venezuela,
ada kondisi dimana para pengusaha besar melakukan lock out dan juga ada
situasi politik revolusioner yang sedang bergejolak yang mendorong buruh ke
arah gerakan itu. Begitu ini terjadi di satu pabrik, maka dia akan menjadi
contoh dan akan menyebar ke pabrik-pabrik yang lain.
Di Indonesia, kaum Marxist yang
militan harus berpartisipasi dalam perjuangan buruh dan ketika terjadi
kondisi dimana contohnya pengusaha kabur, atau ada konflik yang besar, mereka
harus mengarahkan, mendorong buruh untuk melakukan pendudukan terhadap
pabrik.
Namun yang
pasti, harus ada perjuangan yang benar-benar kuat dari buruh, dan mereka
harus bertindak secara terkodinasi dan pada satu saat mereka akan sadar bahwa
mereka memiliki kekuatan untuk mengoperasikan pabrik tersebut tanpa para bos.
Ini adalah elemen yang mendasar
Namun dari
banyak pengalaman gerakan Pendudukan
Pabrik misal di Brazil, Argentina,
jika para bos mereka meninggalkan pabrik, buruh-buruh tidak mencari pekerjaan
ketempat lain, tapi mereka mulai melakukan pendudukan
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana membangun demokrasi dalam serikat?
|
|
Jawab:
|
Ya, kita harus
memulai praktek dan tradisi itu sejak awal. Yang pertama, kita harus
memastikan bahwa semua orang terlibat dalam keputusan, yang kedua, perwakilan
dipilih dan harus bertanggung jawab
kepada massa,
kemudian majelis (assembly) dapat menarik kembali (recalling) wakil-wakil
buruh tersebut. Jika mereka tidak suka lagi, maka majelis dapat menurunkan
mereka. Perwakilan-perwakilan yang diburuh dalam serikat, tidak menerima
hak-hak istimewa (privilege) atas posisi mereka. Contohnya di Invepal,
massa buruh
bertemu atau rapat tiap minggu secara regular, dan mereka yang memilih dewan
pabrik. Dewan pabrik bertemu tiap 2 kali seminggu dan mereka yang menjalankan
tugas-tugas dalam berhadapan dengan semua persoalan di pabrik, tapi mereka
juga mencoba agar setiap orang diposisikan dalam peranan yang berbeda-beda di
pabrik. Dewan buruh sama sekali tidak menerima gaji khusus, meskipun mereka
bertindak sebagai direktur atau manajer pabrk dan mereka menerima gaji yang
sama dengan buruh yang lainnya. Seluruh buruh menerima gaji yang sama, mulai
dari tukang bersih2 sampai tekhnisi dan insinyur.
|
|
Tentang Revolusi Bolivarian
|
|
Tanya (PRP):
|
Kapan Revolusi Bolivarian pertama kali
diprogandakan? Oleh siapa dan bagaimana?
|
|
Jawab:
|
Titik awal
adalah Februari 1989, pemerintahan kapitalis saat itu memperkenalkan paket
kebijakan IMF. Dan kebijakan yang
pertama adalah menaikkan harga minyak dan menghapus subsidi makanan. Hal ini
mengakibatkan meningkatnya biaya transportasi umum secara massif. Ketika
rakyat pergi bekerja pada pagi harinya, mereka menemukan harga tiket bus naik
200 hingga 300 persen. Kondisi ini mendorong pemborontakan massa
rakyat, dan ini bersifat spontan tidak terorganisir yang dikenal dengan nama
Caracaso, karena terjadi diberbagai tempat di Caracas, yang berlangsung selama 2-3
minggu. Disana terjadi pemborantakan, kerusuhan, kerusuhan pangan, penjarahan
toko, bentrokan dengan polisi dan tentara. Dan
pemerintah kemudian mengirimkan tentara untuk menghadapi massa yang sedang berontak, sekitar 2000
hingga 3000 orang tewas. Ini adalah titik yang penting dari proses awal dari
revolusi. Poin penting lainnya adalah massa,
tidak saja aktivis, tidak lagi percaya pada sisitem politik yang ada yakni sistem
dua partai
Kemudian di
tahun 1992, tanggal 4 Feb Chaves mengorganisir pemberontakan militer bersama
beberapa tentara-tentara yang progresif yang memprotes penggunaan tentara dalam
menghadapi massa.
Jadi ini ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada tahun 1989 sebelumnya.
Pemberontakan ini gagal tapi Chaves menjadi pemimpin yang populer ditengah massa karena melawan
keterlibatan tentara dalam memerangi rakyat, dan berupaya untuk merubah
situasi tersebut. Chaves kemudian dijebloskan ke penjara dan kemudian
dikeluarkan beberapa tahun kemudian karena adanya tekanan dari massa. Kemudian dia
memulai ide tentang gerakan Bolivarian. Menurutnya, kita harus kembali kepada
ide Simon Bolivar, seorang tokoh pejuang pembebasan Venezuela tahun 1810-1812,
dan kita harus merubah semua sistem politik. Kemudian dia membuat gerakan
tersebut dan menang pemilu di 1998
|
|
Tanya (PRP):
|
Ide Chaves bila mengaju pada tokoh Simon Bolivar,
berarti berusaha untuk menyatukan berbagai macam kekuatan/kelompok dari
ideologi yang berbeda, sebagai mana dulu yang dilakukan Soekarno dalam
melawan imperialisme. Apakah ini hanya semacam Popular Front melawan
imperialisme? Lalu apa sebenarnya
makna dan isi dari Revolusi Bolivarian? Apakah Chaves
sedang berjuang untuk menciptakan sosialisme ala Venezuela?
|
|
Jawab:
|
Revolusi
Bolivarian itu telah mengalami perubahan selama bertahun-tahun. Pada awalnya
ini adalah gerakan untuk menentang imperialisme dan menuntut politik yang
bersih dari korupsi, penggunaan hasil minyak untuk rakyat. Jadi gerakan ini
tidak anti kapitalis, tapi revolusi nasional yang progressif (program ketika Chaves
mengikuti pemilu 98)
Tapi pada
tahun 2005…, memang Chaves memang berupaya untuk membuat deal dengan kelas
borjuasi nasional. Dia bilang siapapun yang ingin membangun perekonomian
negeri kita ini, harus saling bekerjasama. Tapi kelas kapitalis tidak mau
bekerja sama dengan Chaves karena menurut mereka dia terlalu berbahaya, bukan
karena program-program nya, tapi karena rakyat mengikuti dan patuh pada dia.
Massa rakyat yang terlibat berpartisipasi dalam politik masa-masa itu
dianggap berbahaya bagi kelas yang berkuasa. Keadaan ini membuat Chaves
dipaksa untuk beralih ke kiri, karena tekanan dari massa, tekanan dari imperialism, dan
oligarki, setelah peristiwa sabotasse, kudeta tersebut. Kemudian Chaves
bilang, bahwa kita harus ke sosialisme. Namun dia bicara sosialisme dalam
pengertian yang membingungkan. Tapi dia sudah mulai bicara soal sosialisme,
dan melawan kapitalisme dan ini penting.
Dia bilang ini tidak lagi revolusi nasional, tapi ini harus anti kapitalisme,
anti imperialisme dan revolusi sosialis. Namun ini bukan berarti bahwa Chaves
mengerti apa itu sosialisme. Dia juga masih berusaha untuk melakukan konsoliasi,
karena dia mendapat tekanana dari sayap reformis dari Revolusi Bolivarian yang
tidak menginginkan sosialisme. Mereka menginginkan ekonomi campuran.
Sosialisme ala Venezuela
bagi mereka berarti ekonomi campuran (kapitalisme dan sosialisme). Namun bagi
mayoritas rakyat, dari buruh dan petani (yang kita lihat difilm) adalah
pendudukan pabrik, pendudukan tanah, kekuasaan buruh. Sehingga ada
kontradiksi didalam revolusi Bolivarian antara sayap kiri Marxis revolusioner
dan sayap kanan konservatif.
Jadi
perjuangan itu sekarang terjadi didalam didalam Revolusi Bolivarian sendiri.
Kita tidak mungkin memiliki “sosialisme ala Venezuela”, tapi sosialisme yang
berarti nasionalisasi ekonomi, demokrasi buruh atau sebaliknya kapitalisme.
Jadi setiap ide untuk menghasilkan sosialisme yang berbeda, Sosialisme ala Venezuela adalah alasan bagi elemen reformis
untuk mengatakan: “Tidak, kita tidak bisa melakukan nasionalisasi, karena ini
bukan Sosialisme ala Venezuela”
|
|
Tanya (PRP):
|
Apakah itu yang dimaksud dengan Sosialisme abad 21?
|
|
Jawab:
|
Sosialisme
abad 21 artinya berbeda. Jadi ketika Chaves bicara soal Sosialisme abad 21
yang dia maksud adalah sosialisme yang menentang “Stalinisme”. Menurut dia, kita
harus belajar dari kesalahan sosialisme abad 20 yakni :Stalinisme”. Dia
bilang Trotsky adalah benar menolak Stalin.
Lenin dan Trotsky yang
telah membangun sosialisme yang sejati namun kemudian Stalin
menjalankannya dengan salah. Ini yang dimaksud oleh Chaves.
Sebaliknya
kemudian sayap reformis disekitar Chaves, mereka mengatakan bahwa sosialisme
abad 21 berarti: kita tidak harus menasionalisasi ekonomi. Mereka memakai
istilah sosialisme abad 21, yang pada kenyataanya adalah sosial demokrasi.
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana gerakan sosialis di Venezuela membangun gerakan
internasional? Bagaimana mereka mengintegrasikan gerakannya dengan gerakan
sosialis internasional?
|
|
Jawab:
|
Yang pertama
sebelumnya tidak ada partai sosialis di Venezuela mereka baru saja
dibentuk sekrang. Partai sosialis terbesar, united socialist party (PSUV)
baru terbentuk beberapa bulan yang lalu. Namun sangat jelas bahwa revolusi Venezuela memiliki perspektif internasional,
dan mereka telah membangun hubungan terutama dengan Amerika latin, dan memiliki
jaringan yang kuat dngan Bolivia,
Ecuador,
dsbnya.
Tapi juga
sayap lain dari gerakan Bolivarian juga memiliki jaringan dengan berbagai
macam trend yang berbeda-beda. Sayap reformis dari gerakan Bolivarian telah
berhubungan dengan kelompok reformis di Eropa dan dengan sayap sosial demokrat
di negara-negara lainnnya. Sayap revolusioner telah berhubungan dengan sayap
revolusioner di negara-negara lain. Jadi perdebatan yang sama didalam
Revolusi Bolivarian juga terjadi di dalam gerakan sayap kiri yang lain di
berbagai Negara.
|
|
Tanya (PRP):
|
Apa bentuk konkret dari Buruh berkuasa di Venezuela?
Dan bagaimana buruh di Venezuela memandang Kekuasaan Buruh, tidak sebagai
jargon semata tapi sebagai bentuk konkret?
|
|
Jawab:
|
Bentuk konkret
dari Buruh berkuasa adalah Dewan Buruh di pabrik-pabrik dan ini terdapat di
berbagai dipabrik-pabrik di Venezuela.
Selain itu ada juga Dewan Komunal, sebuah organisasi yang Chaves telah
promosikan disetiap komunitas (lingkungan atau kampung), dimana rakyat di
dipilih, komite dipilih. Dan ini
bisa menjadi embrio dari soviet (Dewan Rakyat)
Namun harus
jelas jalan mana yang akan mereka tuju. Jika Dewan Pabrik dan Dewan Komunal berkordinasi
dan menjadi bagian dari masyarkat yang sedang berjalan, maka ini lah yang
akan menjadi kekuasaan Buruh yang
sesungguhnya. Namun, Jika mereka menjadi terinstitusionalisasi dan
birokratis, dan berhenti berpartisipasi maka mereka tidak akan beda
dengan bentuk dari negara kapitalis yang lain.
|
|
Refleksi Gerakan di Indonesia terhadap gerakan di
Venezuela
|
|
Tanya (PRP):
|
Kami coba merefleksi pengalaman kami di Indonesia sepuluh tahun belakangan ini dengan
yang terjadi di Venezuela.
Saat ini di Indonesia perlawanan terhadap neoliberalisme baru saja dimulai,
dimana lapisan termaju dari rakyat itu tidak hanya melancarkan
tuntutan-tuntutan ekonomis semata, tapi juga tuntutan sosialis. Saat ini kami
telah memulai mempropagandakan sosialisme, dan tentunya kami sadar bahwa
dengan tuntutan sosialisme maka kami akan berhadapan dengan represi, itu
sebuah kepastiani. Belajar dari pengalaman Venezuela, bagaimana rakyat
Venezuela bisa mengubah atau mentransformasikan pengalaman di represi
sebelumnya menjadi basis materi atau energi untuk radikalisasi, untuk
pembangungan organisasi, dan gerakan yang lebih maju?
|
|
Jawab:
|
Perbedaannya
dengan di Indonesia adalah
mereka di Venezuela
memenangkan pemilu di tahun 1998, sehingga mereka beroperasi, di kondisi yang
berbeda, yakni kondisi di mana adanya keterlibatan kekuatan progresif di dalam
kekuasaan.
Tapi sebelum
itu, gerakan ini telah berhadapan dengan berbagai macam kesulitan. Mereka
tidak memiliki akses terhadap media, mereka mendapatkan represi, juga terdapat
anti komunis anti sosialis ideologi. Ada
banyak aktivis yang terbunuh, dipenjara dan disiksa.
Sehingga ini
adalah kombinasi dari dua hal, yang pertama adalah kondisi objektif dan yang
kedua adalah faktor subjektif. Kondisi objektif sudah berubah ketika massa
rakyat mulai termobilisasi secara besar, di 1989 rakyat mulai melakukan
pemberontakan dan 1992 ada pemborantakan militer. Jadi semua kondisi ini, rakyat
tidak tahan lagi dengan sistem ini dengan menyerang kebijakan ekonomi
neoliberal .
Namun pada
saat yang bersamaan, dan ini sangat penting sekali, tidak ada organisasi
pelopor yang terorganir di Venezuela.
Jika saja misalnya di tahun 1998, ketika Chaves meraih kekuasaan, memenangkan
pemilu, ada kelompok 500 Marxis revolusioner di Venezuela, maka situasi
sekarang di sana mungkin akan sangat berbeda. Jadi tidak ada kelompok
revolusioner Marxist di Venezuela tahun 1998
Jika kelompok
tersebut ada, bekerja di pabrik-pabrik, di area kelas pekerja, maka mereka
akan mendapatkan dukungan yang lebih besar, 3 atau 5 tahun kemudian. Dan mereka akan dapat memegang peranan kepemimpinan
yang besar, karena saat itu tidak ada organisasi yang memimpin, gerakan
tersebut menjadi sangat tidak terorganisir, ditingkat lokal sangat kuat, tapi
tidak memiliki perspektif nasioanl, tidak ada kejelasan ideologi
Ini yang kami
maksud dengan kondisi objektif dan faktor subjektif. Kondisi subjektif
tersebut tidak ada di Venezuela,
dan kami baru memulainya sekarang. Kondisi objektif sudah berkembang,
sehingga ada gerakan yang besar yang dipimpin oleh Chaves, tapi dia juga
bingung dengan idenya karena tidak memiliki latar belakang politik, dan ide
yang jelas kemana dia akan membawa gerakan tersebut. Itu mengapa revolusi
berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk maju.
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana metode propaganda dan pendidikan sosialis
untuk massa dan kader buruh di Venezuela?
|
|
Jawab:
|
Di Venezuela ada keingintahuan yang
sangat besar mengenai marxisme dan sosialisme. Apalagi Chaves
sekarang sudah mulai berbicara soal ini, sehingga rakyat juga sangat
tertarik.
Ada dua jenis
kerja, yang pertama Pendidikan Kader, kita harus mengindentifikasi elemen
terbaik diantara lapisan buruh-buruh, petani dan mahasiswa yang termaju dan
mengintegrasikan mereka kedalam organisasi revolusioner dan memberikan mnereka
training, pendidikan, pendidikan dasar politik dan seterusnya.
Juga kita
harus melakukan interfensi ditengah-tengah massa. Jika memiliki kader yang memimpin di
sutu pabrik, universitas, sekolah, kita harus menjalankan agitasi massa. Ini tidak mesti
sama dengan pendidikan politik terhadap kader. Ini mengaju pada apa yang
dikatakan oleh Lenin tentang Agitasi dan
Propaganda. Propaganda adalah menjelaskan banyak ide kepada kelompok kecil
orang (kader), agitasi, menjelaskan beberapa ide yang simple kepada massa luas. Begini cara
kami bekerja di Venezuela.
Pendidikan politik untuk kader-kader, penyebaran selebaran untuk massa, agitasi massa,
Koran dsbnya.
|
|
Tanya (PRP):
|
Seperti yang kita saksikan didalam film radio dan TV
digunakan sebagai alat agitasi dan propadanda. Dengan demikian, apakah
peranan koran (Partai) seperti yang di katakan oleh Lenin
masih relevan di Venezuela?
|
|
Jawab:
|
Ya, saya pikir
sangat relevan, karena sebagai contoh, stasion radio sangat berguna , tapi
ini tidak mengantikan fungsi press dalam bentuk tulisan. Maksud saya, di
Venezuela kami juga menggunakan internet secara luas, website dsbnya, ini
sangat penting, tapi website tersebut tidak terlalu berbeda dengan koran,
karena dari website kita butuh menulis artikel, mengeditnya dan harus
memiliki tema politik, dan orang yang membaca artikel mungkin bisa mendownload
artikel dan mendistribusikannya ke orang lain. Ini kurang lebih sama dengan
apa yang dikatakan Lenin tentang fungsi koran.
Tapi kamu
tetap memiliki Koran yang dikeluarkan tiap bulan dan didistribukan di
pabrik-pabrik, dikampus, didemonstrasi, dan ini sangat penting karena: Pertama,
jika kita menjual koran tersebut, maka kita diidentifikasikan dengan ide dari
koran tersebut. Ini membuat anda bagian dari organisasi tersebut. Kedua, koran
adalah juru bicara bagi organisasi dalam menyebarkan ide-idenya. Selain itu,
(penjualan) koran juga bentuk usaha mendapat dana
organisasi. Dengan koran maka kita juga bisa berdialog dengan orang yang
membeli tersebut secara langsung, bertanya pada mereka bagaimana pendapat nya
tentang koran tersebut, bisakah kita mendiskusikannya, dstnya. Dan orang tersebut bisa mengkritik koran atau
memberi komentar. Dengan
cara ini kita juga melakukan
pendidikan mendidik kepada mereka
Tapi kita juga
menggunakan teknologi-teknologi baru, sepertinya halnya Lenin
dan Trotky menggunakan teknologi film dan radio, Lenin
dan Trotsky sangat peduli pada penggunaan film dan
radio untuk pendidikan politik, propaganda dstnya. Tapi penggunaan Koran
tidak bisa digantikan.
|
|
Tanya (PRP):
|
Proses revolusi tidak berlangsung begitu saja dengan
singkat, tapi membutuhkan waktu yang panjang. Jadi bagaimana logistik
diperoleh dan bagaimana memastikan bahwa logistik tersedia dengan cukup
sehingga perjuangan tidak kehilangan energi atau berhenti ditengah jalan?
|
|
Jawab:
|
Ada dua hal, yang pertama
organisasi kami di Venezuela
membiayai dirinya sendiri dimana setiap anggota membayar iuran bulanan kepada
organisasi, baik itu buruh yng harus membayar lebih besar, mahasiswa membayar
lebih kecil, pengangguran membayar lebih kecil dstnya. Ini adalah cara mendasar untuk mendapatkan dana. Tidak ada cara
lain, di Venezuela, di Afrika
selatan juga di Inggris.
Tapi pada saat
yang bersamaan energi dari gerakan terjadi secara menaik atau menurun. Tidak selamanya
dalam 10 tahun terebut gerakan dalam selalu meninggi, ada puncaknya,
menurunnya, kemudian naik lagi dstnya. Referendum tahun 2004 adalah salah
satu puncaknya, pemilihan presiden 2006 adalah puncak yang lain. Ketika
terjadi benturan yang keras antara kapitalis dengan massa,
massa
berpartisipasi dengan aksi-aksi yang besar. Namun ketika fase tersebut lewat,
maka aktivitas juga berkurang. Tidak mungkin aktifas revolusioner massa berlangsung secara
konstan terus menerus dalam waktu 10 tahun.
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana melibatkan keluarga dalam perjuangan?
Apakah ada pengorganisiran terhadap keluarga yang tidak terpisah dari
pengorganisiran serikat? Contohnya berdasarkan pengalaman kami di Indonesia,
perjuangan sering kali mendapatkan hambatan dari persoalan keluarga dan ada
banyak kasus keluarga seolah menjadi hampatan dalam partisipasi dalam
politik/gerakan?
|
|
Jawab:
|
Ini juga
problem di Venezuela, tapi
perbedaannya dengan di Indonesia,
di sini terjadi revolusi sehingga semua orang menjadi lebih aktif dan terlibat. Tapi kami selalu berusaha
membangun link antara kerja di pabrik
dengan kerja di komunitas. Di kerja komunitas, perempuan biasanya terlibat
lebih banyak Contoh di INVEPAL, di sana ada Dewan Pabrik dan mereka bekerja
sama dengan Dewan Komunal yang terdekat dengan pabrik. Mereka
menyelenggarakan dan memiliki sekolah, pusat kesehatan didalam pabrik untuk
komunitas.
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana perjuangan dengan menggunakan budaya,
seperti lagu, sastra dsbnya di Venezuela?Apakah perjuangan lewat
budaya memainkan peranan yang besar disana?
|
|
Jawab:
|
Perjuangan
lewat kebudayaan sangat penting dan memaikan peranan yang besar. Disana ada
satu figur,seorang penyanyi yang revolusioner 1970an yang dibunuh, namanya, Alitrimvera
(?) semua orang mengenal lagunya, dan dia dianggap sebagai pahlawan bagi
rakyat Venezuela, dan lagu-lagunya bersifat sangat politis dari sudut pandang
kelas pekerja, , anti imperialis, anti kapitalisme, sosialisme. Dan lagu2nya sangat berguna, dalam agitasi,
propaganda dan kerja-kerja politik lainnya
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana proses partai kiri bisa bersatu dalam
Proses Partai sosialis di Venezuela? Bagaimana
mereka mengatasi perbedaan diantara mereka, dan menjadikan perbedaan diantara
mereka menjadi satu kekuataan bukan perpecahan?
|
|
Jawab:
|
Tidak
demikian, partai-partai tersebut tidak bekerja bersama-sama membentuk satu
partai baru, tapi ini (Partai Persatuan) adalah ide yang berasal dari Chaves
sendiri, dia mengatakan: kita butuh satu partai tunggal dan cukup dengan
partai-partai sebelumnya. Hampir semua partai kiri di Venezuela sangat birokratis dan
rakyat tidak menyukai partai-partai ini dan mayoritas rakyat yang
revolusioner tidak menyukai fungsionaris partai-partai tersebut, tidak
menyukai kepemimpinann mereka
Jadi ketika
Chaves keluar dengan ide nya: Kita butuh satu partai persatuan sosialis dan
rakyat sangat mendukungnya. Jadi, ide tersebut dari Chaves dan juga karena
adanya tekanan, dorongan dari rakyat. Rakyat menginginkan partai yang
demokratis, lalu Chaves mengatakan, kita butuh satu partai, dan partai ini
harus demokratis dan berdasarkan pada demokrasi massa dan ia mendapatkan dukungan yang
massif dari rakyat dengan ini.
|
|
Tentang HOV
|
|
Tanya (PRP):
|
Bagaimana HOV terbentuk? Dan bagaimana pengalaman membentuk HOV di berbagai negara?
|
|
Jawab:
|
HOV dimulai sebagai
inisiatif dari IMT. Alan
Wood pada tahun 2003 mengajukan
proposal untuk membentuk HOV. Alan mengatakan: Ingat, kita adalah Marxist, tapi
kita tidak ingin HOV menjadi
kampanye Marxist (IMT). Kami menginginkan HOV
menjadi kampanye semua orang yang mendukung revolusi Venezuela, bagi mereka
yang mau mendukung dan membangun solidaritas dengan revolusi Venezuela.
Demikian lah kami dimulai
Pada awalnya
sangat kecil, tapi kami telah mendapatkan kesuksesan yang besar Kenapa?
Karena ada banyak interest dengan apa yang terjadi di Venezuela, karena apa
yang terjadi di Venezuela adalah positif, sebagai contoh revolusi yang terus
berjalan dengan maju dan sekaligus memberikan tawaran dan harapan kepada
seluruh kelas pekerja diseluruh dunia bahwa kita bisa melawan kapitalisme,
kita bisa melawan imperialisme. Itu lah mengapa kami mengkampanyekan ini. Dengan
demikian Venezuela
tidak menjadi sesuatu yang terasa begitu asing dan jauh, ini adalah sesuatu
yang relevan bagi kelas pekerja.
Kami mendatangi
serikat buruh, dan memutar film No Volveran
dan Revolution will not televised dan buruh sangat tertarik dengan.
Mereka tidak pernah mendengar soal ini di media (borjuis).
|
|
Tanya (PRP):
|
Apakah mungkin bagi PRP dan KASBI bisa melihat dan
belajar gerakan gerakan factory occupation dan workers’ control secara langsung di Venezuela?
|
|
Jawab:
|
Ya, tentu
mungkin! Tapi permasalahannya sekarang adalah sumber daya dalam mengirim
seseorang ke Venezuela
dan sebagainya. Saya sarankan agar kalian mendatangi Kedutaan Besar Venezuela
di Indonesia. Katakan pada mereka,: “Lihat, kami telah mulai melakukan
membantu dan mengkampanyekan Revolusi
Bolavarian dan bagaimana kalau
kita bekerjasama”. Mungkin kalian bisa mengajukan proposal dan mereka akan
menolong mengorganisir mengirimkan delegasi ke Venezuela.
|
Dalam kesempatan
tersebut, Jorge Martin
dan Alan Wood juga menyampaikan salam
hormat dan solidaritasnya untuk kawan-kawan buruh di Indonesia
atas perjuangannya dan terimakasih atas dukungan dan interest yang besar dalam
mengkampanyekan perjuangan rakyat Venezuela lewat film-film mereka.
Mereka akan senang sekali berdiskusi lebih lanjut, jika ada pertnyaan,
komentar, dsbnya.
London 13 April 08
*Penulis adalah Koordinator PRP Internasional
Views: 216
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |