|
Asas dan Prinsip Perjuangan |
|
|
Pertemuan
Nasional Solo, dengan diperkuat oleh Pertemuan Nasional Parung dan Kongres I
PRP di Jakarta, menetapkan asas dan prinsip-prinsip berikut ini:
• Asas, yaitu Sosialisme Ilmiah dan Garis Massa.
• Prinsip-Prinsip Perjuangan Kelas, yakni:
1. Sebuah politik kelas akan selalu mendekatkan kelas pekerja pada kekuasaan
ekonomi, politik dan teori (Ideologi dan kesadaran).
2. Perjuangan untuk kekuasaan ekonomi, politik dan ideologi itu dilakukan
melalui organ partai kelas pekerja, namun jika tiba saatnya, hanya sebuah Dewan
Rakyat sajalah yang akan mampu menjadi alat kelas pekerja untuk memegang
kekuasaan riil.
3. Sebuah partai akan dapat disebut partai kelas pekerja jika di dalamnya kelas
pekerja juga berdominasi, kelas-kelas dan sektor-sektor lain di dalam partai
tersebut berada di bawah kepemimpinan ideologi kelas pekerja dan mengabdikan
perjuangan sektoralnya untuk kepentingan kemenangan kelas pekerja.
4. Salah satu syarat untuk terjadinya dominasi kelas pekerja ini adalah pada
“komposisi kelas” di dalam organisasi, sebuah partai kelas pekerja harus dapat
membuat komposisi kelas di dalam dirinya didominasi oleh kelas pekerja.
5. Karena mayoritas kelas pekerja dan rakyat pekerja lain saat ini berada di
bawah cengkeraman hegemoni ideologi borjuasi, maka perlu ada sebuah organisasi
pelopor, yakni organisasi yang memanggul tugas untuk memajukan kesadaran kelas
pekerja menuju sebuah kesadaran bahwa kelas pekerja baru akan bebas menentukan
nasibnya sendiri jika mereka memegang kekuasan ekonomi dan politik.
6. Untuk dapat menjadi pelopor, sebuah organisasi harus memiliki sentralisme di
dalam dirinya, sentralisme yang akan memungkinkannya untuk bergerak sebagai
satu tubuh dan satu jiwa. Namun, sentralisme ini tidak dapat didasarkan
semata-mata pada wewenang atau mandat kepada Pusat, melainkan terutama oleh
pemahaman bersama atas langkah-langkah yang harus diambil untuk menanggapi
situasi tertentu.
7. Yang meyakini bahwa perjuangan kelas pekerja hanya akan menjadi kekuatan
utuh jika disandarkan pada kekuatan Internasionalisme.
|