Vaksinasi Pekerja Dari Virus Kapitalisme Dengan Solidaritas Rakyat, Demokrasi dan Perlindungan Sosial

Pernyataan sikap bersama

1 May 2021

Setelah lebih dari setahun pandemi Covid-19, rakyat pekerja di seluruh dunia telah menderita dan menjadi korban oleh sistem kapitalisme global yang gagal melindungi kehidupan dan mata pencaharian rakyat. Pandemi telah menyebabkan krisis ekonomi parah di seluruh dunia dengan meningkatnya jumlah orang yang kehilangan pekerjaan atau menderita karena berkurangnya pendapatan.

Virus SARS-CoV-2 telah menjadi pandemi global yang menginfeksi 147 juta orang dan merenggut lebih dari 3 juta nyawa di seluruh dunia. Namun, virus kapitalisme yang hidup dari penindasan buruh dan penjarahan sumber daya alam telah memperburuk krisis kesehatan global dan menghancurkan hidup jutaan orang.

Pada saat yang sama, pemerintah di banyak negara, termasuk di Asia Tenggara, telah menggunakan dalih pencegahan infeksi Covid-19 untuk menjalankan kekuasaan otoriter dan mempersempit ruang-ruang demokrasi. Hal ini tidak lain dilakukan untuk meningkatkan cengkraman mereka atas kekuasaan.

Akan tetapi, kita juga menyaksikan rakyat umum yang menolak tunduk praktik kekuasaan yang tidak demokratis dan otoriter. Dengan gagah berani, rakyat bangkit melawan tirani. Gerakan pro-demokrasi di Thailand sejak 2020 dan perjuangan anti-kudeta di Myanmar adalah contoh yang sangat penting di mana rakyat melawan balik rezim yang represif.

Kapitalisme terus merenggut kehidupan, mata pencaharian, dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita untuk terus mengorganisir kelas pekerja dan kekuatan progresif lainnya untuk membangun sebuah kehidupan alternatif yang dapat membebaskan rakyat dari kebiadaban dan kesengsaraan kapitalisme.

May Day mengingatkan kita pada perjuangan kelas pekerja yang belum selesai dan masih terus berlanjut demi dunia yang lebih baik, dunia dimana semua orang dapat hidup dalam lingkungan yang bebas, setara, adil, sehat, aman, dan berkelanjutan. Upaya seperti itu tidak dapat dilakukan tanpa solidaritas, organisasi, dan mobilisasi rakyat pekerja dengan terus menerus untuk menuntut perubahan sosial yang sejati.

Kami, organisasi-organisasi yang bertanda tangan dibawah ini, menyerukan hal-hal berikut:

  1. Akhiri kediktatoran militer dan kekuasaan yang didominasi militer di Asia Tenggara. Kami mengutuk kudeta militer di Myanmar dan mengungkapkan solidaritas kami pada perjuangan rakyat Myanmar untuk demokrasi. Kami juga mendukung perjuangan untuk demokrasi di Thailand. Bebaskan semua tahanan politik dan hentikan represi terhadap para Lindungi ruang demokrasi bagi rakyat pekerja untuk berorganisasi dan menyuarakan tuntutan demi perbaikan hidup mereka.
  2. Layanan perawatan kesehatan universal gratis yang dapat diakses semua orang, termasuk kelompok migran dan para pencari suaka. Akhiri diskriminasi vaksin dengan membongkar monopoli perusahaan farmasi besar, untuk menjamin akses universal terhadap vaksin dan obat-obatan esensial untuk semua negara.
  3. Jaminan pekerjaan dengan jaminan pendapatan. Akhiri praktik outsourcing dan kasualisasi untuk pekerjaan permanen. Pemerintah harus menginvestasikan pendapatan negara dari penerapan perpajakan progresif yang komprehensif di sektor-sektor produktif, termasuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sosial, pertanian berkelanjutan dan produksi pangan, pembangkit energi terbarukan, penyediaan perumahan sosial, layanan perawatan untuk mengurangi beban ganda perempuan di rumah, termasuk untuk lansia, orang dengan disabilitas dan anak-anak, dll. Pemerintah negara-negara ASEAN harus membentuk mekanisme regional untuk memastikan upah yang layak bagi para pekerja di kawasan untuk mengakhiri kebijakan buruh murah dan upah murah. Pemerintah negara-negara ASEAN harus bekerja sama untuk membangun kembali ekonomi yang menguntungkan rakyat, bukan keuntungan korporasi.
  4. Jaminan pendapatan dasar dan perlindungan sosial bagi semua, untuk memastikan bahwa semua orang, termasuk keluarga termiskin dan mereka yang kehilangan penghasilan karena pandemi, dapat menata kembali kehidupan mereka secara bermartabat dan berkelanjutan
  5. Program komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan, untuk memastikan akses pangan sehat bagi masyarakat dan untuk melindungi mata pencaharian petani kecil lokal, di semua negara.
  6. Pembatalan utang-utang yang dikenakan pada pemerintah Dunia Selatan, agar lebih banyak dana yang dialokasikan untuk pelaksanaan program sosial bagi masyarakat di saat krisis
  7. Hentikan sanksi kriminal sepihak yang dijatuhkan oleh kekuatan-kekuatan imperialis (khususnya Amerika Serikat) terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingan mereka, termasuk Kuba, Venezuela, dan Iran.
  8. Negara mengambil tindakan segera untuk mengatasi krisis iklim dan lingkungan dengan melakukan transisi dari bahan bakar fosil menuju 100% energi terbarukan, menerapkan program restorasi ekologi tanah, hutan, air dan lautan, pembangunan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan diri dari krisis, dan program reindustrialisasi berdasarkan produksi yang berkelanjutan secara ekologis di bawah kendali demokratis rakyat.
  9. Menjunjung tinggi hak perempuan dengan menegakkan undang-undang yang mengkriminalisasi kekerasan terhadap perempuan dan memperkuat hak reproduksinya, termasuk hak perempuan untuk memilih aborsi.

Mari kita bersatu dalam semangat internasionalisme kelas pekerja, untuk menantang tatanan kapitalis yang ada dan untuk membangun kembali dunia kita dengan visi sosialis.

 

Pernyataan ini didukung oleh

  1. Parti Sosialis Malaysia (PSM), Malaysia
  2. Partai Rakyat Pekerja (PRP), Indonesia
  3. Party of the Laboring Masses (PLM), Philippines
  4. Socialist Workers Thailand (SWT)
  5. Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), Indonesia
  6. Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Indonesia
  7. Konfederasi Serikat Nasional / Confederation of National Union, Indonesia
  8. Sedane Labour Resource Centre (LIPS), Indonesia
  9. Jaringan Rakyat Tertindas (JERIT), Malaysia
  10. Bukluran ng Manggagawang Pilipino (BMP), Philippines
  11. Sanlakas, Philippines
  12. Campaign Committee for People’s Constitution (CCPC), Thailand
  13. Thammasat University Marxism Studies (TUMS), Thailand
  14. Socialist Alliance, Australia
  15. Europe solidaire sans frontières (ESSF), France
  16. New Anticapitalist Party (NPA), France
  17. Borderless Movement, Hong Kong
  18. Radical Socialist, India
  19. Haqooq Khalq Movement, Pakistan
  20. Progressive Labour Federation, Pakistan
  21. Federation of Media Employees’ Trade Unions, Sri Lanka

Terjemahan pernyataan sikap dalam bahasa lain: Bahasa Malaysia, Thai, Chinese

LEAVE A REPLY