Mengecam Serangan terhadap Gereja Makassar!

No Terror Concept

Pernyataan Sikap Partai Rakyat Pekerja

Teror adalah Jalan Sesat yang Haram bagi Rakyat Pekerja

 

Pertama, seluruh pimpinan dan kader Partai Rakyat Pekerja, mengucapkan kesedihan yang mendalam atas jatuhnya korban luka-luka karena serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021. Semoga semua yang terluka lekas mendapat kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Kedua, seluruh pimpinan Partai Rakyat Pekerja mengutuk penggunaan kekerasan lewat terorisme individual, seperti bom bunuh diri–untuk alasan apapun.

Sebagai bagian dari perjuangan pembebasan rakyat, Partai Rakyat Pekerja mengakui bahwa, sering kali, rakyat pekerja didorong sampai batasnya dan terpaksa melakukan perlawanan dengan kekerasan. Sejarah Indonesia sendiri memperlihatkan bahwa penjajah Belanda dan Inggris akan merampas kembali kemerdekaan Indonesia apabila rakyat Indonesia tidak bangkit dalam perlawanan bersenjata.

Namun, dari sejarah itu pulalah kami merumuskan prinsip yang mengatur penggunaan kekerasan dalam perjuangan pembebasan rakyat: sebuah perlawanan bersenjata harus tunduk pada keputusan organisasi politik sipil.

Sejajar dengan prinsip supremasi sipil atas militer, organisasi politik sipil harus mengambil tanggung jawab dan bekerja keras untuk mengendalikan semua bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan–termasuk penggunaan kekerasan. Semua senjata, dari yang paling modern seperti rudal atau pesawat tempur, sampai yang paling sederhana seperti batu atau molotov, harus tunduk penuh pada supremasi organisasi/lembaga politik sipil.

Kita juga dapat belajar dari gerakan pembebasan nasional Afrika Selatan. Nelson Mandela, pemimpin sipil dari sebuah gerakan politik sipil, Kongres Nasional Afrika (ANC), mengambil tanggung jawab penuh atas sayap bersenjata ANC, yakni Umkontho we Sizwe (MK). Kendali penuh ANC atas MK, dan ketundukan MK sepenuhnya pada komando ANC, memungkinkan perlawanan anti-apartheid di Afrika Selatan tetap menjadi gerakan sipil–bahkan tidak banyak orang yang pernah mendengar bahwa ANC memiliki sebuah sayap bersenjata.

Oleh karena itu, semua bentuk penggunaan kekerasan, yang tidak tunduk pada sebuah organisasi sipil, harus dikecam. Baik itu dalam bentuk ekstrim seperti bom bunuh diri, atau tindakan sederhana seperti membawa molotov ke aksi massa tanpa perintah eksplisit dari penanggung jawab aksi.

Ketiga, Partai Rakyat Pekerja mengutuk ideologi kebencian yang digunakan dalam serangan bom bunuh diri ini.

Sebagai bagian dari gerakan pembebasan rakyat dari penindasan, kami bercita-cita mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua orang, tanpa memandang warna kulit, agama, keyakinan, maupun latar belakang sejarahnya.

Kami bekerja dan berjuang agar tidak ada lagi kebencian kepada kaum liyan (mereka yang dianggap beda). Dengan demikian, semua kelompok yang mengajari orang untuk menindas atau membenci kelompok liyan adalah lawan politik kami.

Kami mengingatkan pada semua organisasi rakyat pekerja: serikat buruh, tani, nelayan, kaum miskin perkotaan, untuk menyisir barisannya masing-masing, dan memastikan bahwa ideologi kebencian ini tidak menyusup masuk. Ideologi kebencian adalah musuh bagi rakyat pekerja. Menjadi kewajiban semua organisasi rakyat pekerja untuk senantiasa menjaga dirinya bersih dari ideologi kebencian ini.

 

Jakarta, 31 Maret 2021

Komite Pusat Partai Rakyat Pekerja

LEAVE A REPLY