Perkuat Persatuan Gerakan Rakyat, Lawan Imperialisme, Bangun Alat Politik Alternatif

SIARAN PERS
ALIANSI RAKYAT BERGERAK
(KPR, SGBN, KSN, SEMAR UI)

RERPON 90 TAHUN SUMPAH PEMUDA

“PERKUAT PERSATUAN GERAKAN RAKYAT, LAWAN IMPERIALISM, BANGUN ALAT POLITIK ALTERNATIV”

Senin, 29 Oktober 2018

Aliansi Rakyat Bergerak, menilai Sistem Imperialisme telah menciptakan kemelaratan yang berjangka panjang bagi rakyat, karena yang menopang pembangunan infrastruktur besar-besaran adalah dari hutang, bukan kekuatan fundamental ekonomi rakyat. Ditambah lagi rakyat Indonesia dihadapkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang telah mencapai Rp.14.885 dan belum lama kemarin Negara membuka karpet merah bagi Negara-negara Imperialisme dalam pertemuan IMF, WB di Bali 8-14 oktober 2018. Tidak heran keadaan tersebut mengakibatkan kebutuhan pokok sulit untuk diakses serta persoalan rakyat Indonesia semakin bertambah.

Kenyataan hari ini harus kita terima, jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan 260 Juta jiwa , sekitar 25 % dengan kalkulasi 66,3 juta jiwa adalah kaum muda. Mereka terpapar penindasan sistematis yang sangat akut. Sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan peradaban indonesia, kaum muda telah di telantarkan dan dijauhkan dari akses pendidikan, jaminan sosial, dan pendidikan politik kerakyatan yang ilmiah. Nyata hari ini kemerdekaan telah menyumbangkan angka putus sekolah yang sangat signifikan 2,5 Juta jiwa pada tahun 2016. Ini menjadi syarat bahwa bangsa indonesia kedepan tidak akan memiliki potensi menjadi sebuah negara yang dapat mandiri mengelola kekayaan alam dan manusianya. Masalah pokok atas kaum muda hari ini adalah cerminan bagaimana manusia indonesia mendapat kesempatan menjadi manusia yang layak dengan persiapan-persiapan yang selayaknya di fasilitasi oleh negara. Kondisi jaminan sosial, baik kesempatan pekerjaan, kesehatan dan lain sebagainya menjadi momok bagi kaum muda untuk mendapatkan potensi menjadi kaum yang siap untuk menjalankan kehidupan bernegara. Di sisi lain kesadaran politik kebangsaan, tidak diperkenalkan semurni-murninya, namun kaum muda dibajak oleh kepentingan partai politik dan elit borjuasi dengan kekuasaan modalnya mengintervensi kesadaran politik kaum muda.

Pimipinan-pimpinan Organisasi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak, menilai krisis demi krisis terus menghampiri bangsa dan rakyat Indonesia. Persoalan ditengah-tengah negeri ini tidak kunjung selesai, berbagai masalah yang berkepanjangan menghimpit rakyat dan seakan tiada jalan keluar sama sekali yang diberikan oleh negara selaku penganggung amanat rakyat. Jika tidak memberikan kepastian atas nasib kaum muda maka negara ini akan terus tercengkram oleh kekuasaan modal imperialisme yang menghilangkan kekuasaan rakyat atas negara.

Pokok permasalahan adalah hilangnya kedaulatan rakyat, pemakluman atas kondisi saat ini menjadi penyakit yang menular di tengah-tengah rakyat. Kedaulatan rakyat yang diwakilkan pada partai politik dan elitnya yang berwatak borjuasi, tentu memberikan keberpihakan pada peradaban negara yang gila akan keuntungan. Mental tergila-gila pada investasi, merenggut kesadaran logis dari segenap rakyat untuk menyadari bahwa rakyat adalah tuan di Republik ini. Kaum muda adalah kelompok yang penting dalam membongkar kebudayaan lama ini. Api semangat muda dari produk sejarah era kolonialisme haruslah kembali diwarisi oleh kaum muda. Kaum muda milineal, memerlukan mental revolusioner, dan keterlibatan dalam menggerakkan partisipasi rakyat dalam usaha menentukan nasibnya sendiri.

Belum lagi konflik horizontal yang terus dipelihara oleh Elit Politik Borjuasi dengan embel-embel Agama, rasisme, NKRI dll dalam menjelang Pemilu Borjuasi 2019 mendatang, yang sebenarnya menjadikan rakyat sebagai tumbal dalam pertarungan politik.

Oleh karena itu di Momentum Sumpah Pemuda, Aliansi Rakyat Bergerak yang terdiri dari beberapa Organisasi diantaranya (KPR, SGBN, KSN, SEMAR UI) akan melakukan Aksi Massa di instansi-instansi terkait, yakni Istanah Negara, yang bertanggung jawab atas penyelesaian ekonomi politik dan sosial di Indonesia.

Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke 90 tahun tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) M Sulton Ode mengungkapkan sekaligus menegaskan bahwa dibawah kekuasaan Ekonomi Politik Kapitalisme-Imperialisme dan Elit Politik Borjuasi tidak akan ada keadilan sosial dan kesehjateraan bagi rakyat, sehingga sudah cukup bagi rakyat menggadaikan nyawa sekalian rakyat kepada Elit Politik yang berkumpul dalam Parlemen dan Partai Politik Borjuasi yang bersekutu dengan Imperialisme. Rakyat dengan segala keterbatasannya harus membangun kekuatan politiknya sendiri yang lahir dari Rahim rakyat yaitu Alat Politik Alternativ (Partai Massa Rakyat) yang siap berhadap-hadapan dengan Partai Politik Borjuasi dan Kapitalisme-Imperialisme dalam menuju Kemerdekaan Rakyat 100 %.

Narahubung/Humas :
KPR, Herman Abdulrohman +62 822-1342-6109
SGBN, Yahya +62 813-1672-4952
KSN, Hermawan +62 822-2152-8192
SEMAR UI, Chico +62 812-8298-6052

LEAVE A REPLY