Pendidikan SMIP-ST ke-9 : Membaca, Belajar dan Berdiskusi Adalah Hal yang Penting Dilakukan Seorang Mahasiswa

Serikat Mahasiswa Progresif Sulawesi Tengah (SMIP-ST) kembali melaksanakan pendidikan dasar ekonomi politik yang berlangsung selama tiga hari yakni 27-29 april 2018 di Kota Palu. Pendidikan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus se-kota Palu.

“Tujuan pendidikan ini adalah untuk memperluas kader SMIP dalam menciptakan tradisi berpikir yang selama ini hilang di alam mahasiswa. Tentu, masalah ini sistemik dimana hegemoni kapital begitu kuat dalam sistem pendidikan kita.” Kata Fikri, Ketua Panitia Pendidikan ke 9 SMIP ST.

Menurutnya, pragmatisme yang selama ini melanda mahasiswa bukanlah sesuatu yang alamiah. Tetapi, produk kebijakan negara yang begitu paranoid atas gerakan mahasiswa. Ketakutan berlebihan itu membuat dunia pendidikan keluar dari konteksnya untuk mencerdaskan segenap bangsa agar peradaban manusia semakin baik. Di mana keilmiahan berfikir menjadi kunci dalam memajukan kesejahteraan manusia.

Dia menuturkan pendidikan di Indonesia sama sekali tidak memberi ruang bagi mahasiswa untuk aktif berfikir. Situasi ini telah berlangsung puluhan tahun ditandai dengan pelarangan sejumlah aktivitas kritis mahasiswa seperti berorganisasi, mempelajari ilmu pengetahuan yang berseberangan dengan kepentingan kapitalisme dan membuat sejumlah instrumen hukum yang mengarahkan mahasiswa fokus dalam kegiatan kampus. Paranoid pemerintah terhadap keilmiahan berpikir bahkan makin ngawur di mana sebagian buku berhaluan kiri dimusnahkan.

“Melihat situasi ini SMIP hadir menjadi wadah alternatif di tengah kemiskinan berfikir dalam dunia akademik. Hal ini, tentu seiring dengan perintah konstitusi Negara Republik Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia”. Tegas Fikri

Sementara itu, Felix Torae, Koordinator Agitasi dan Propaganda SMIP ST mengatakan SMIP ST membuka ruang sebesar-besarnya kepada siapa saja kelompok muda terutama mahasiswa untuk menjadi anggota.

“Kami ingin mentransformasi pengetahuan kepada siapa pun yang ingin bergabung di SMIP. Karena pengetahuan menjadi kunci kemajuan beradaban manusia yang lebih baik.” Kata Felix

Dia menuturkan, pendidikan politik sangat penting dilakukan kepada mahasiswa agar mereka memahami kekompleksan masalah di negeri ini. Apalagi dunia pendidikan semakin mahal begitu juga kebutuhan-kebutuhan pokok yang lain.

Lanjutnya, mahasiswa harusnya memahami masalah-masalah ekonomi politik bangsa dan global. Tanpa pengetahuah itu, maka mahasiswa hanya akan menjadi tenaga kerja cadangan pasif yang sewaktu-waktu dapat dieksploitasi tenaganya tanpa kesadaran politik. Ketika keluar dari kampus pikiran mereka sebatas mencari kerja kendati tidak menemukan pekerjaan.

Sekedar diketahui SMIP ST berdiri pada tahun 2014 sebagai organisasi Mahasiswa yang fokus dalam perjuangan politik rakyat pekerja (buruh, petani, nelayan dan kaum miskin kota). Dalam kerja-kerja politiknya SMIP ST melakukan pengorganisasian di tingkat mahasiswa dan pemuda.

LEAVE A REPLY