Jangan Lupa: Wiji Thukul Seniman Kerakyatan Yang Dihilangkan Orde Baru

Tahun ini genap 20 tahun Reformasi. Dua dekade telah berselang namun belum tuntas juga kasus-kasus korban kekejaman Orde Baru — termasuk yang dialami Wiji Thukul (disiksa lalu dihilangkan paksa). Berbagai rezim pemerintahan “Reformasi” terus berjanji dan menghindar untuk menegakkan keadilan dan hak asasi manusia. Semua terus tampil enak di televisi seperti peringatan Wiji Thukul lebih dari 2 dekade lalu.

Ini lah syair lengkap dari puisi Wiji Thukul yang berjudul “Sungguh Enak Hidup di Televisi”

Sungguh enak hidup di televisi
sungguh enak hidup di televisi
tak ada bau
tak ada kecemasan
tak ada keributan
tak ada kebusukan
waktu dihabiskan,
hanya untuk menyanyi

Sungguh enak hidup di televisi
ada dokter dermawan
ada sawah hijau
petani-petani tersenyum
buruh-buruh gajinya cukup, di televisi
buruh-buruh gajinya cukup, di televisi
buruh-buruh gajinya cukup, ………

Supaya kita sungguh-sungguh tidak lupa mungkin sajak kritik Wiji Thukul ini perlu ditambahkan versi “Sungguh Enak Hidup Di Sosial Media” — sebuah peringatan buat kita yang hidup di “Jaman Now”

LEAVE A REPLY