3 Warga Korban Penggusuran di Pekayon, Bekasi, Meninggal Dunia

Kunjungan kader PRP bersama Ketua Nasional KSN dan mahasiswa Universitas Pajajaran.

Saat ini sudah ada tiga orang warga korban penggusuran di Jalan Irigasi, Poncol Bulak, Pekayon Bekasi yang meninggal dunia. Hal ini diketahui ketika kader PRP bersama Ketua Nasional KSN, Hermawan dan beberapa mahasiswa Universitas Pajajaran berkunjung ke Bekasi.

Korban pertama yang meninggal adalah Suganda (51 tahun), meninggal pada tanggal 2 April 2017, sebulan kemudian disusul oleh Lilis (52 tahun) dan Junaedi (53 tahun) yang meninggal akhir Desember 2017.

Menurut Sonang Harahap, salah satu korban yang kami temui di lokasi penggusuran, meninggalnya korban karena selama ini para korban tinggal di posko sambil menunggu penjelasan dari Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi.

“Penggusuran telah terjadi semenjak bulan Oktober 2016, dan sejak saat itu sampai hari ini kami bertahan di posko untuk meminta kejelasan dari Pemkot Bekasi, mengapa tiba-tiba dibongkar, tanpa disosialisikan kepada warga terlebih dahulu. Dan sampai hari ini tidak pernah ada, baik itu walikota maupun pemkot, yang datang ke sini untuk mengajak berunding,” kata Sonang Harahap.

Disebabkan penggusuran yang terjadi secara tiba-tiba, warga korban penggusuran pun akhirnya kebingungan mencari tempat tinggal. Para warga akhirnya berinisiatif untuk mendirikan posko, yang dijadikan tempat tinggal bersama.

“Karena selama ini melakukan aktivitas di posko, termasuk tidur di sana, mungkin karena angin malam sehingga sakit, 3 orang tersebut meninggal,” tutup Sonang.

(Oov)

LEAVE A REPLY