Menolak Hasutan Sesat, Mari Kawan Kembali Pada Perjuangan Rakyat

Pernyataan Sikap Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Jakarta Raya

Nomor: 01/PRPJKT/PS/e/IX/17

Menolak Hasutan Sesat, Mari Kawan Kembali Pada Perjuangan Rakyat

Belakangan ini perbincangan publik tengah berkutat di seputar isu Partai Komunis Indonesia (PKI) dan komunisme. Sejak pembubaran acara diskusi pengungkapan kasus pelanggaran HAM 65/66 pada Sabtu, 16 September 2017 disusul oleh penyerangan oleh sekelompok orang tidak bertanggungjawab sehari setelahnya di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), linimasa sosial media dan sebaran informasi lewat aplikasi pesan di ponsel dipenuhi oleh isu PKI dan komunisme.

Isi pesan yang bertebaran memunculkan keresahan-keresahan yang tidak mendasar di antara kalangan rakyat. Keresahan itu mulai dari isu bahwa komunisme sedang bangkit kembali, dan PKI sedang menyusun rencana melakukan penggulingan pemerintahan. Informasi itu menyesatkan karena tidak jelas kebenaran dan asal-usul sumbernya. Seliweran pesan meresahkan itu kemudian disusul dengan hasutan-hasutan yang mengerikan: ganyang dan bunuh PKI, bubarkan PKI, komunisme anjing, dan seterusnya.

Keresahan-keresahan itu terus diperluas dengan beredarnya ajakan-ajakan untuk memutar kembali film G30S/PKI untuk ditonton publik. Padahal film itu sendiri telah dihentikan pemutarannya sejak September 1998 karena dianggap kontroversial. Sekretariat Nasional Perlindungan Anak juga tidak setuju dengan rencana pemutaran itu karena dianggap tidak mendidik. Sementara itu, menurut Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam film G30S/PKI itu banyak bertentangan dengan fakta sejarah.

Meluasnya perbincangan publik seputar isu PKI dan komunisme tidak memberikan manfaat apapun bagi kemajuan gerakan buruh dan rakyat, selain perpecahan dan keresahan sosial. Selain itu, meluasnya kedua isu itu dapat mengalihkan perhatian dari persoalan dan tantangan yang dihadapi rakyat pekerja: mulai dari pemagangan, upah padat karya, PHK sepihak, penggusuran petani, penyingkiran miskin kota, atau kemiskinan nelayan. Meluasnya kedua isu itu tidak membantu apapun dalam menyelesaikan persoalan rakyat.

Meluasnya keresahan-keresahan rakyat yang saat ini tengah terjadi merupakan hasil dari permainan antar elit yang saling berkonflik. Permainan elite dibelakang meluasnya isu PKI dan komunisme terbukti dengan adanya persiapan bahkan sejak setahun yang lalu lewat ‘penggorengan’ informasi-informasi hoax. Dengan demikian, maka buruh dan rakyat sedang dihasut dan diprovokasi untuk terjebak dalam pertarungan elite.

Hasutan dan provokasi itu sendiri tidak dapat dilawan hanya dengan pelurusan-pelurusan fakta lewat serangan udara. Sejak pengalaman penyerangan LBH Jakarta yang lalu, kita belajar bahwa untuk merebut kembali simpati rakyat secara luas dapat dilakukan dengan melakukan pengorganisiran di akar rumput. Sementara serangan udara itu sendiri tidak hanya dapat dengan sekedar meluruskan fakta sejarah, namun dengan memblejeti krisis dalam kapitalisme. Dengan demikian, maka sasaran kemarahan massa akibat krisis yang teralihkan lewat isu-isu meresahkan dapat dikembalikan pada sasaran yang seharusnya: negara kapitalis.

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Jakarta Raya dalam hal ini mengajak gerakan buruh dan seluruh rakyat pekerja untuk kembali pada perjuangan sejati rakyat melawan segenap penindasan dan penghisapan sistemik. Gerakan buruh dan rakyat harus membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh yang mengalihkan perhatian. Alih-alih meresahkan sesuatu yang tidak jelas keberadaannya, gerakan buruh dan rakyat sudah seharusnya memperluas pengorganisiran, membangun konsolidasi dan persatuan segenap rakyat pekerja.

Atas dasar situasi itu, kami menyatakan:

  1. Mengajak seluruh gerakan buruh dan rakyat untuk tidak terhasut oleh provokasi isu-isu hoax yang meresahkan. Bahwa provokasi itu adalah upaya untuk mengalihkan perhatian buruh dan rakyat dari persoalan yang dihadapinya
  2. Menolak untuk terseret-seret dalam pertarungan elite. Gerakan progresif sudah seharusnya kembali pada perjuangannya sejati memperjuangkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat dan membela kepentingan mereka yang dipinggirkan
  3. Menyerukan berbagai kelompok-kelompok buruh dan segenap sektor rakyat pekerja untuk memperkokoh benteng pertahanan dari pengaruh-pengaruh elit dan memperbesar kekuatannya dengan membangun konsolidasi luas dan mengorganisir massa.
  4. Mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk mengusut, menangkap dan menghukum pelaku penyebar keresahan dan informasi-informasi hoax.

Jakarta, 26 September 2017
Partai Rakyat Pekerja
Komite Kota Jakarta Raya

Rio Apinino
Ketua

Rizal Assalam
Sekretaris

LEAVE A REPLY