Mengutuk Teror Bom di Kampung Melayu Jakarta

Partai Rakyat Pekerja

PERNYATAAN SIKAP PARTAI RAKYAT PEKERJA

Nomor: 058/KP-PRP/PS/e/V/2017

Mengutuk Teror Bom di Kampung Melayu Jakarta
Lawan Politik SARA yang Dijalankan oleh Elite Politik!

Salam rakyat pekerja,

Pada tanggal 24 Mei 2017, warga Jakarta dikejutkan dengan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di daerah Kampung Melayu. Akibat peristiwa tersebut, kepolisian mengidentifikasi 15 orang menjadi korban peristiwa bom tersebut. Tiga orang polisi korban meninggal dunia sementara sisanya mengalami luka-luka. Adapun dua orang yang diduga pelaku juga bom bunuh diri juga telah dididentifikasi. Menurut pihak kepolisian, kedua orang pelaku bom bunuh diri tersebut terkait dengan kelompok teroris ISIS.

Partai Rakyat Pekerja (PRP) mengecam peristiwa bom bunuh diri ini yang merupakan tindakan teror kepada seluruh rakyat Indonesia. Partai Rakyat Pekerja (PRP) juga menyatakan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan seluruh warga negara Indonesia yang mengalami teror akibat peristiwa ini. Peristiwa bom bunuh diri di Jakarta juga disinyalir merupakan “bagian dari aksi terorisme global” yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok fundamentalisme agama. Sebelumnya, pada tanggal 22 Mei 2017, serangan bom bunuh diri juga terjadi di kota Manchester, Inggris yang menewaskan 22 orang meninggal dunia. ISIS mengklaim melakukan tindakan bom bunuh diri tersebut. Sehari setelahnya, atau tanggal 23 Mei 2017, ISIS juga telah menyerang dan menguasai kota Marawi di Filipina. Akibat peristiwa tersebut, dikabarkan 21 orang tewas dan seorang polisi Filipina dieksekusi dengan dipenggal kepalanya.

Teror yang dilancarkan kelompok fundamentalisme agama di seluruh dunia memang bukan hanya terjadi belakangan ini saja. Teror yang selalu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan rasa duka yang mendalam, yang dilancarkan oleh kelompok fundamentalisme agama telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Namun antisipasi terhadap berbagai peristiwa ataupun kelompok-kelompok yang memiliki kecenderungan yang sama juga kerap kali tidak dilakukan dengan baik oleh aparat keamanan. Teror bom di Kampung Melayu telah menghadirkan rasa duka yang mendalam sekaligus kengerian akan kebangkitan kelompok-kelompok fundamentalisme agama. Mewaspadai bangkitnya kelompok-kelompok fundamentalisme agama yang selalu melancarkan teror atau kekerasan menjadi sesuatu yang hal yang sangat penting saat ini. Benih-benih kekerasan, melalui ujaran-ujaran kebencian oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya juga harus diwaspadai. Kita juga perlu menjaga bulan Ramadhan dari politisasi SARA dan berbagai provokasi yang memperkuat bahaya-bahaya reaksioner kelompok fundamentalis agama yang mendorong konflik sesama warga bangsa.

Namun, partai-partai politik dan elite-elitenya kerap kali memanfaatkan keberadaan kelompok fundamentalis agama untuk tujuan politiknya. Politisasi SARA dilancarkan demi meraih kekuasaan dan kepentingan politik. Hal ini yang menyebabkan suburnya praktek-praktek kekerasan yang dilandasi kebencian dari suatu kelompok terhadap kelompok lain di Indonesia.

Pemerintah harus mengambil langkah tegas dan terukur untuk menjamin keamanan warga negara dari ancaman terorisme dan ujaran kebencian atas dasar SARA. Langkah tegas pemerintah juga harus tetap menjamin hak asasi warga negara dalam melancarkan pemberantasan terorisme. Dukungan rakyat dalam upaya memberantas kelompok teroris dan organisasi agama yang menyebar ujaran kebencian atas dasar SARA jangan sampai melanggar HAM dalam hak atas kebebasan berserikat warga negara Indonesia sesuai dengan kontitusi.

Oleh karena itu, Partai Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

  1. Mengecam peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu dan aksi-aksi teror yang dilancarkan oleh kelompok fundamentalisme agama di seluruh dunia;
  2. Menyatakan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan seluruh rakyat Indonesia yang mengalami teror dari berbagai peristiwa kekerasan yang dilancarkan oleh kelompok fundamentalisme agama;
  3. Bangun kekuatan rakyat pekerja di seluruh Indonesia untuk menyatakan perang terhadap seluruh aksi teror yang dilancarkan kelompok-kelompok fundamentalisme agama dan politik SARA;
  4. Bangun persatuan kekuatan seluruh rakyat pekerja untuk melawan politik SARA yang saat ini masih dijalankan oleh partai-partai politik dan para elitnya;
  5. Bangun kekuatan politik alternatif dari seluruh gerakan rakyat untuk melawan kekuatan Neoliberal yang jelas-jelas telah menyengsarakan rakyat;
  6. Kapitalisme-Neoliberalisme telah gagal untuk mensejahterakan rakyat dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 25 Mei 2017
Komite Pusat Partai Rakyat Pekerja

Ketua Nasional

ttd.
Anwar Ma’ruf

Sekretaris Jenderal

ttd.
Rendro Prayogo

Contact Person
Anwar Ma’ruf: 0812 1059 0010

LEAVE A REPLY