Menggagas Partai Politik Alternatif

Diskusi publik
Diskusi publik PRP Komite Khusus Kota Jakarta Raya

Di zaman pergerakan kemerdekaan, gerakan sosial yang terdiri dari buruh tani, buruh pabrik, pemuda, dan rakyat dari berbagai elemen berhasil menjadi penggerak dan menjadi kekuatan politik nasional untuk memukul para penjajah hingga Indonesia merdeka. Pada masa di awal kemerdekaan pun gerakan-gerakan sosial dari lintas sektor ini masih menjadi penggerak jalannya pemerintahan. Rakyat terlibat aktif, atau bisa dikatakan partisipasi politik rakyat tumbuh subur dari gerakan-gerakan sosial yang ada.

Namun, sejak Orde Baru berkuasa hingga akhirnya digulingkan pada 1998, gerakan-gerakan tersebut tidak diberikan tempat, dibungkam dan bahkan dimatikan oleh rezim. Sampai pada Orde yang dinamakan Reformasi saat ini, gerakan kolektif rakyat yang hidup dan tumbuh dari bawah masih sulit berekembang akibat di kekang oleh sisa-sisa rezim Orde Baru yang masih ingin kembali berkuasa dengan menciptakan oligarki. Seperti yang kita tahu, orientasi politik oligarki adalah mencari proyek di pemerintahan dan mendapatkan “kue” dari hasil penjualan aset serta sumber daya alam Indonesia. Kondisi yang demikian makin diperburuk dengan adanya anggapan bahwa partai politik itu kotor, korup dan haram. Selain itu, gerakan rakyat yang ada saat ini masih berorientasi pada gerakan ekonomis, belum mengarah pada perjuangan politik.

Di luar kondisi yang demikian, kita pun menyadari bahwa mustahil mengubah buruknya kondisi Indonesia saat ini yang dikuasai elit oligariki tanpa berjuang melalui jalan politik. Solusi dari realitas yang kita hadapi saat ini adalah harus ada kekuatan politik alternatif dalam bentuk partai untuk mengambil alih kekuasaan yang selama ini dikuasai oleh elit oligarki. Jalan tersebut harus ditempuh mengingat kondisi yang kita hadapi saat ini bersumber dari kebijakan negara.

Namun, untuk membangun kekuatan politik dalam bentuk partai politik alternatif tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Muncul sejumlah pertanyaan-pertanyaan penting untuk dijawab dan dipecahkan Pertama, mungkin berkaitan langsung jalan politik yang mesti ditempuh yaitu dengan membangun partai politik alternatif. Kenapa penting membangun partai politik alternatif? Melihat realitas gerakan buruh, pemuda dan tani hari ini masih seputar gerakan yang bersifat ekonomis, belum mengarah kepada perjuangan politik. Hal ini diperburuk oleh kecenderungan sikap apolitis dari kebanyakan gerakan lintas sektor yang melihat politik itu kotor.

Pertanyaan kedua, yakni seputar proses pembentuk partai politik alternatif itu sendiri. Seperti apa proses pembangunan partai politik alternatif itu? Mengingat kondisi saat ini berbagai gerakan buruh, tani dan pemuda cenderung terfragmentasi.

Ketiga, jika telah terbangun partai politik alternatif, apa program-program yang akan diusung kedepannya? Untuk mengusung program-program yang menjadi kerja-kerja partai politik alternatif tentu bukan hal yang mudah untuk dirumuskan.

Pertanyaan keempat, bagaimana menyikapi regulasi terkait partai politik dan persyaratan pemilu saat ini, mengingat Undang-undang Partai Poltik Tahun 2011 saat ini  memperberat persyaratan pendirian partai politik.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kami dari Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Jakarta hendak mengadakan diskusi dengan tajuk “Menggagas Partai Politik Alternatif”.

 

Narasumber, Waktu dan Tempat

Narasumber:

  1. Anwar Sastro Ma’ruf, Sekretaris Dewan Pimpinan Nasional Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI)
  2. Ilhamsyah, Sekretaris Jenderal Rumah Rakyat Indonesia (RRI)
  3. John Muhammad, Sekretaris Jenderal Partai Hijau Indonesia (PHI)

 

Hari/Tanggal: Jum’at, 4 Nopember 2016

Pukul: 17.00 wib.

Tempat: Kedai Kopi KaPe-RI, Jln Mampang Prapatan IV no 80, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

LEAVE A REPLY