Dukung Pemogokan Buruh Awak Mobil Pertamina

Partai Rakyat Pekerja
Partai Rakyat Pekerja

Dukung Pemogokan Buruh Awak Mobil Pertamina

Wujudkan Perlindungan Sosial Bagi Rakyat Pekerja

Nomor: 002/PRPJKT/PS/e/XI/16

Salam Rakyat Pekerja,

 

Pada hari ini, Selasa 1 Nopember 2016, sekitar 1.000 buruh awak mobil tangki PT. Pertamina Patra Niaga melakukan pemogokan. Para awak mobil tangki Pertamina selama ini bekerja di bawah kondisi yang sangat tidak manusiawi. Mulai dari tidak adanya upah lembur, jam kerja yang panjang melebihi 12 jam, status kerja yang tidak pasti, sampai tidak adanya jaminan atas keselamatan kerja yang kerap berujung pada tragedi kematian.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh FBTPI-KPBI, kelompok yang mengorganisir buruh awak mobil tangki, diceritakan bahwa empat buruh tewas dalam kecelakaan setahun terakhir. Truk tangki terjun ke jurang di daerah Cigudeg, Bogor karena si pengemudi dipaksa mengemudi dalam kondisi kelelahan.

“Saya biasa berangkat jam 5 pagi, pulang jam 8 atau 9,” cerita seorang buruh Pertamina, Muhali seperti yang dikutip dari Marsinahfm.com. Saking kelelahan, Muhali terkadang tidur di Mushola sebelah Depot jika terlalu lelah untuk bersepeda pulang.

Baru-baru ini juga terjadi kecelakaan antara truk tangki dengan kendaraan pribadi di ruas tol Sidoarjo km 33, Kamis 8 September 2016 silam. Belum lagi ditambah kasus kecelakaan kerja yang berujung pada kematian, seperti akibat penyakit jantung sebagai akumulasi uap BBM yang terhirung selama 4-5 tahun.

Kondisi kerja yang mengancam nyawa ini bahkan diperparah dengan tidak adanya penghargaan hak normatif layak. Berdasarkan taksiran Ketua Komisariat FBTPI Patra Niaga Nuratmo, Pertamina berutang kepada buruh sekitar Rp. 160 miliar. Utang ini adalah akumulasi tidak dibayarkannya upah lembur sejak tahun 2007 kepada buruh yang bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu. Belum lagi dengan fleksibilitas sistem kerja melalui status kontrak yang terus berlanjut tanpa kepastian pengangkatan status sebagai karyawan tetap.

Kita harus sadar bahwa rezim kapitalisme telah mengalienasi rakyat pekerja. Kapitalisme telah memisahkan antara kaum pekerja dengan komoditi hasil kerjanya. Kerja tidak dianggap bersifat sosial. Kondisi ini kemudian menciptakan kesadaran tidak dianggapnya hasil kerja dan kontribusi buruh di balik komoditas yang dihasilkannya.

Dalam kasus ini, buruh awak mobil tangki Pertamina teralienasi dengan tidak dianggapnya kontribusi kerjanya terhadap perekonomian Indonesia. Buruh yang sehari-hari menopang proses distribusi BBM bagi keberlangsungan perekonomian Indonesia justru mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. Tanpa adanya kontribusi kerja sosial buruh awak mobil tangki Pertamina, maka dapat dipastikan seluruh aliran perekonomian akan tersendat.

Penderitaan yang dialami oleh buruh awak mobil tangki Pertamina dan seluruh rakyat pekerja hari ini adalah imbas tidak adanya perlindungan sosial dari negara. Di tengah himpitan kapitalisme-neoliberal, negara absen dalam memberikan perlindungan atas siklus hidup rakyat pekerja. Alih-alih mengubah kondisi hidup rakyat pekerja, perlindungan sosial yang diberikan negara adalah dalam bentuk, di antaranya asuransi sosial yang dipaksakan, sistem kontrak dan outsourcing, serta PP Pengupahan 78/2015.

Sudah seharusnya kita sebagai bagian dari rakyat pekerja mendukung pemogokan yang dilakukan oleh buruh awak mobil tangki Pertamina. Maka dari itu, kami Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Jakarta Raya menyatakan sikap:

  1. Mendukung pemogokan dan segenap upaya buruh awak mobil tangki Pertamina dalam memperjuangkan hak-hak normatifnya.
  2. Mendesak PT. Pertamina Patra Niaga untuk segera memenuhi hak-hak normatif dan mengangkat status kerja buruh awak mobil tangki Pertamina.
  3. Mendesak Pemerintahan Jokowi-JK memberikan Perlindungan Sosial bagi setiap rakyat pekerja tanpa terkecuali
  4. Menyerukan solidaritas dan persatuan rakyat pekerja dalam melawan sistem kapitalisme-neoliberal.
  5. Kapitalisme-neoliberal terbukti gagal untuk menyejahterakan rakyat, dan hanya dengan SOSIALISME maka rakyat akan sejahtera

 

Jakarta, 1 Nopember 2016

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Jakarta Raya

 

Ketua Kota

 

Rio Apinino

087880137546

 

Sekretaris Kota

 

Rizal Assalam

085695047207

 

Partai Rakyat Pekerja menyadari untuk memimpin perjuangan rakyat pekerja melawan kapitalisme, dibutuhkan konsentrasi sumber daya gerakan yang progresif. Untuk itu PRP menyerukan segenap elemen warga yang melawan untuk merapikan barisan organisasi-organisasi rakyat dengan bergabung menjadi Kader PRP. Silakan menghubungi narahubung yang tertera.

LEAVE A REPLY